Pemkab Sampang Harus Utang Anggaran, Nilainya Setara PAD Setahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) Fadol Ketua DPRD Sampang

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang resmi menandatangani perjanjian pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah di tengah pandemi Covid-19. Pinjaman dana itu melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT. MSI) senilai Rp204,5 miliar.

Nominal pinjaman Pemkab Sampang ke PT. SMI tahun 2021 itu hampir setara dengan target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) tahun anggaran berjalan senilai Rp228 miliar.

Sebagaimana diketahui, PAD Sampang 2021 ditarget dari pajak daerah Rp36 miliar, retribusi daerah Rp32 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp25 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp135 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang Umi Hanik Lailia mengatakan, total pinjaman yang diajukan Rp204,5 miliar. Namun, untuk penganggaran di dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahunnya.

“Pinjaman Rp204,5 miliar ini akan dilaksanakan secara multiyears, di APBD tahun ini hanya dianggarkan Rp75,5 miliar, disesuaikan dengan kebutuhan dan dilanjutkan pada tahun berikutnya,” ucapnya, Kamis (26/8/2021).

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, pinjaman PEN daerah itu untuk pemulihan ekonomi akibat wabah Covid-19. Terlebih, saat ini banyak anggaran pemkab yang di-refocusing untuk penanganan wabah. Sehingga, mengakibatkan pembangunan infrastruktur tidak berjalan maksimal.

Dana pinjaman PEN nantinya akan digunakan untuk pembiayaan infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat. Utamanya, pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Keberadaan JLS, diyakini akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Setelah kami mendengarkan pemaparan dari pemkab terkait pengajuan pinjaman ini, maka diputuskan untuk menyetujuinya, karena sudah melalui proses pengkajian yang matang, tidak bertentangan dengan regulasi dan azas manfaatnya sangat besar,” responnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Sampang Yuliadi Setiawan menguraikan, setelah mengevaluasi postur APBD, banyak yang mengalami penurunan.

Sehingga guna percepatan pembangunan di daerah, pemerintah pusat mengizinkan untuk meminjam dana melalui PT. SMI yang juga milik Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).

“Prinsipnya, kami melihat azas manfaat pinjaman ini, karena nantinya masyarakat yang akan menikmati, yakni untuk pembangunan JLS dan lainya, sehingga ke depan perekonomian tumbuh dan berkembang lebih pesat,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2020 Pemkab Sampang mendapatkan kucuran dana pinjaman PEN dari PT. SMI senilai Rp15,2 miliar. Pinjaman itu, tergolong jangka pendek yang ditargetkan lunas pada tahun 2022 hingga 2023 mendatang.

Sementara, pinjaman tahun 2021 senilai Rp204,5 miliar merupakan pinjaman jangka menengah dengan tenor pelunasan selama lima tahun ke depan. (sub/ito/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *