IAI Al-khairat Internasional Conference

  • Whatsapp
SUKSES: Rektor IAI Al-Khairat saat memberikan sambutan pada kegiatan The First International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2020.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, sukses menggelar International Conference untuk pertama kalinya. Kegiatan yang mengusung tema “The Development of Islamic Thoughts on Multiple Perspective” itu, menghadirkan pemateri dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, India.

Rektor IAI Al-Khairat Abdul Muin saat membuka acara, sekaligus  menjadi keynote speaker acara tersebut menyampaikan, ada sebanyak 170 penulis, baik dari dalam negeri maupun luar negeri membedah tentang pemikiran peradaban Islam persepektif pada The first Internasional Conference On Islamic Thought (ICIT) 2020 tersebut.

Abdul Muin mengatakan, ICIT merupakan forum ilmiah yang mengkaji tentang perkembangan pemikiran Islam dari berbagai perspektif. Mulai dari perspektif ekonomi, budaya, pendidikan, hingga pada peradaban yang diikuti oleh penulis dari dalam dan luar negeri.

“ICIT baru perdana di IAI Al-Khairat Pamekasan sebagai wadah untuk memperkaya literasi kampus dan SDM, utamanya dosen dan mahasiswa,” katanya, Sabtu (18/1/2020).

Dikatakan Muin, tema yang diambil “The development of Islamic Thought on multiple Persepektif”, merupakan tema yang tidak akan mati untuk didiskusikan. Sebab, peradaban Islam selalu berubah dan berkembang. Utamanya dalam merubah kehidupan sosial, ekonomi dan budaya.

Lebih lanjut, Muin menyampaikan, bahwa khazanah keilmuan dalam segala aspek tidak lain berdasarkan dari ajaran Islam. Melalui forum ICIT tersebut, para peserta diharapkan akan memperoleh berbagai pendangan keilmuan yang bisa dijadikan referensi, serta impelementasi dalam kehidupan sesuai dengan bidang yang digeluti.

“Peradaban Islam dimulai melalui individu. Individu merupakan central perubahan dan peradaban dalam kehidupan manusia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana ICIT IAI Al-Khairat Ahmad Sayyi mengungkapkan, total pendaftar sebanyak 170 peserta,  setelah diseleksi terpilih 100 peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Adapun peserta dari luar Madura di antaranya, perwakilan dari Kalimantan, Antasari, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Malang, UNAIR, UGM, IAIN Kudus. Tidak hanya itu, pendaftar dari luar negeri sebanyak 7 orang meliputi Malaysia dan Brunei Darussalam.

Melalui kegiatan ini, IAI Al-Khairat membuat gebrakan baru yang selama ini belum dilakukan. Nantinya, dari kegiatan ini dipilih speaker terbaik sebanyak 20 besar yang akan direkoomendasikan untuk dimuat pada jurnal IAI Al-Khairat Fikrotuna, jurnal Infesti Ekonomi dan Bisnis, serta jurnal Pengabdian yang diterbitlan LP2M IAI Al-Khairat.

“Kegiatan ini juga untuk memperkaya literasi kampus, sumber daya manusia, yakni dosen khususnya dosen serta mahasiswa IAI Al-Khairat. Selain itu agar dosen bisa bersaing dengan kampus luar ” ungkapnya. (km51/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *