IAI Bangkalan Desak Polisi Tindak Penjual Obat Lebihi HET

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TRANSAKSI: Salah satu pelanggan saat mencari obat di Apotek Naga Sakti, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Sejumlah apotek di Bangkalan menyampaikan saat ini terdapat beberapa obat yang sangat dibutuhkan warga di Bangkalan sedikit langka. Adanya kelangkaan beberapa jenis obat tersebut, diakui oleh Salah satu pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bangkalan, Ita Kanti Rahayu karena permintaan yang meningkat.

Meski tidak merinci jenis obat apa  saja yang saat ini mulai langka tersebut, Ita, panggilan akrabnya perempuan yang juga menjabat sebagai Kasi Farmasi Dinkes Bangkalan itu, berharap agar ada tindakan dari pihak kepolisian jika terdapat oknum yang menaikkan harga hingga melebihi Harga Eceran Tetap (HET) terhadap obat-obatan yang tergolong langka.

Bacaan Lainnya

“Setia obat yang dijual, itu ada HETnya. Jika ada oknum yang menjual obat tertentu  melebihi HET, karena banyaknya permintaan sehingga tergolong langka,  itu melanggar, tindakan itu juga dinilai merugikan dan menyulitkan para pasien yang saat membutuhkan obat itu,” urai Ita.

“Kasihan, mereka yang sekarang sedang sakit, lalu obatnya tidak ada, ini perihal kemanusiaan,” imbuhnya.

Ihwal kelangkaan beberapa jenis obat di Bangkalan mulai dirasakan sejumlah warga yang sakit. ME (inisial), salah satu keluarga Pasien yang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan, menyampaikan, bahwa ada beberapa jenis obat yang ada dalam resep dokter untuk ditebus di rumah sakit dan apotek di Bangkalan mengalami kelangkaan. Sehingga pasien juga kesulitan untuk mendapatkan kesembuhan.

“Ada beberapa jenis yang susah sekali didapat, bahkan harus ke Surabaya untuk mencarinya,” katanya.

Bahkan, setelah menemukan jenis obat yang dianjurkan, harga yang ditawarkan dalam satu paket mencapai Rp 8 juta. Bahkan ada yang menawarkan hingga Rp 35 juta. Penawar beralasan bahwa stok dan produksi sudah menipis, sehingga wajar harganya tinggi.

“Dengan harga segitu, kalau kondisinya mendesak pasti dibeli, tapi saya beruntung masih mendapatkan ditempat lain yang harganya masih normal sekitar Rp 3 jutaan,” ulasnya.

Kabid SDK Dinkes Bangkalan Indah Wahyuni menyampaikan, bahwa pihaknya sebagai salah satu pengawas obat obatan juga mendukung langkah yang akan diambil oleh IAI. sebab, kondisi Pandemi seharusnya semuanya bisa saling tolong menolong.

“Kalau memang ini ulahnya oknum, harusnya memang ditindak,” tuturnya.

Pihaknya yang hanya memiliki wewenang untuk mengawasi peredaran obat ilegal. Sedangkan untuk harga, perempuan yang akrab disapa Yuyun itu tidak bisa banyak memberikan komentar.

“Saya berharap, Pandemi ini lekas usai, semua pihak merasa sudah lesu menanganinya,” pungkasnya. (hel/bri)

Versi IAI

1- Terdapat sedikitnya 10 jenis obat di Bangkalan yang permintaannya saat ini tinggi.

2- IAI mendapatkan keluhan namun tidak dilaporkan jika ada warga yang membeli obat yang tergolong langka karena banyaknya permintaan dijual melebihi HET

3- IAI berharap adanya langkah dari pihak kepolisian atas ulah oknum yang menjual obat tertentu yang sedang dibutuhkan warga sakit melebihi HET.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *