IAI Sukses Gelar Apoteker Cilik Tingkat SD

  • Whatsapp
SUKSES : Pelaksanaan Apoteker Cilik sukses digelar di SDN 1 Pajagalan Sumenep.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sukses menggelar program Apoteker cilik di SDN 1 Pajagalan Sumenep, Sabtu (12/10). Salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut, agar supaya anak-anak tidak sembarang mengkonsumsi obat. Utamanya, anak yang masih berada di Sekolah Dasar (SD).

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Daerah (PD) Jawa Timur melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Madura Moh. Imam mengutarakan, target dari kegiatan tersebut, tidak lain adalah untuk memperkanalkan sejak dini terkait apoteker terhadap anak-anak Sekolah Dasar (SD).

Kemudian lebih dari itu, pihaknya juga mensosialisasikan cara menggunakan obat bagi anak-anak, agar supaya tidak disalahgunakan. Sebab, sudah banyak kasus di luar daerah anak-anak tingkat SD yang mengkonsumsi obat terlarang seperti narkotika.

“Setelah anak lulus SD atau setelah dewasa, mereka bakal tahu di dalam mengkonsumsi obat yang baik dan halal,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kegiatan tersebut bersifat edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan dibuat semenarik mungkin dengan aktivitas yang kreatif dan inovatif melalui permainan, diskusi interaktif dan penampilan seni kreatif. Hal itu bertujuan, agar kegiatan tersebut dapat menarik minat siswa untuk mengenal lebih jauh penggunaan obat sejak usia dini.

“Acara itu juga dalam rangkaian peringatan hari farmasi se-dunia yang jatuh pada tanggal 25 September kemarin. Yakni saat ini mengadakan apoteker cilik,” ujarnya.

Imam (sapaan akrabnya) menjelaskan, dengan adanya kegiatan apoteker cilik itu, diharapkan mampu memberikan pemahaman baik bagi siswa terkait prinsip keamanan penggunaan obat, seperti halnya minum obat dengan izin orang tua, jangan berbagi obat atau menggunakan obat orang lain, simpan obat dalam wadah aslinya dan di tempat yang aman, serta buang obat dengan benar.

Hal senada disampaikan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang (PC) Sumenep Sofia Unsiyah. Menurutnya, acara tersebut juga membranding apoteker supaya dikenal masyarakat. Bahkan menurutnya, adanya apoteker bisa membantu yang lainnya, melalui sinergi dengan dokter gigi, perawat, bidan dan lainnya.

Dia mengatakan, usia dini perlu mendapat pemahaman tentang obat. Sebab, selama ini di masyarakat masih sering terjadi penyalahgunaan obat dan cara penyimpanannya, yang nantinya bisa menimbulkan dampak beragam.

“Semua orang tua nantinya diharapkan juga bisa memberikan pemahaman pada anaknya,” lanjut dia.

Dia menyarankan, cara menyimpan obat paling menjadi fokus dalam edukasi itu. Sebab di masyarakat sering terjadi kesalahan dalam penyimpanan. Misalnya obat apapun disimpan di lemari pendingin. Padahal, tak semua obat baik disimpan di lemari pendingin atau kulkas yang bersuhu rata-rata 2-8 derajat celcius.

“Harapan kami kedepan semoga acara ini terus digalakkan dan diamalkan di rumah masing-masing serta dalam kehidupan sehari-harinya,” pungkasnya (imd/pin/adv)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *