IAIN Madura Menuju WCU melalui ICONIS ke-5

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BERINOVASI: Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim optimis menjadikan kampus berwawasan internasional.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Demi menyongsong sebagai kampus berwawasan internasional atau world class university (WCU), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar International Conference On Islamic Studies (ICONIS) ke-5 di Aula Fakultas Tarbiyah, Rabu (17/11/2021).

Kegiatan yang digelar secara daring dan luring ini mengangkat tema “Pesantren and Society Resilience During Pandemic” menghadirkan lima orang sebagai keynote speaker. Rinciannya, dua orang menghadiri langsung dan tiga keynote speaker memaparkan secara daring.

Bacaan Lainnya

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim mengatakan, tema yang diangkat setiap tahun dalam kegiatan tersebut cukup bervariasi. Yakni mengikuti kondisi dan situasi yang terjadi dengan relevansi yang cukup erat dengan perspektif keislaman. Sehingga saat ini, mengupas tuntas mengenai pesantren dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

“ICONIS ke-5 ini, salah satu cara kami untuk merespon pandemi dalam perspektif islam,” ujar pria yang sering menggunakan kopiah hitam usai membuka kegiatan ICONIS ke-5.

Pihaknya menjelaskan, pengambilan pesantren sebagai pembahasan utama dalam ketangguhan melawan Covid-19 cukup disertai dasar yang kuat. Yakni, lantaran mayoritas masyarakat menunggu fatwa-fatwa pesantren dalam menyikapinya pandemi. Bahkan realitasnya, pesantren kaya akan kajian tentang wabah yang menyebar di seluruh dunia.

“Jadi kitab klasik ulama terdahulu sudah menyusun berbagai cara untuk merespon pandemi ini. Masalah ini tertuang dalam berbagai kitabnya,” jelasnya.

Sedangkan keinginan besar IAIN Madura menuju WCU melalui konferensi internasional, dengan cara menggelar kegiatan ICONIS serta para keynote speaker yang berasal dari luar negeri dan berkompeten di bidangnya. “Harapan kami para dosen di IAIN Madura semakin bersemangat dalam berkarya di level internasional,” harapnya.

Secara teknis, ketua Panitia ICONIS ke-5 Masyithah Mardhatillah memaparkan, kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 17 hingga 18 November. Sedangkan untuk peserta yang mengirim abstrak jurnal ilmiah mencapai 98 orang, 73 terseleksi, 51 orang melengkapi artikel.

Bahkan, tidak sedikit yang datang langsung ke IAIN Madura hanya untuk mempresentasikan karya ilmiah yang berasal dari Aceh dan Surakarta. “Seleksinya di abstrak ya. Kami kirim flayer open call paper, dari situ abstraknya kami seleksi, baru yang dapat keterangan diterima, dan kami berikan informasi untuk kirim paper-nya,” paparnya. (*)

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *