IAIN Madura Ringankan Beban UKT Mahasiswa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Ist) MOHAMMAD KOSIM: Rektor IAIN Madura

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Rektor Institut Agama Islam Negri (IAIN) Madura ringankan beban uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa menjadi 20 persen. Keputusan tersebut, disampaikan melalui surat edaran (SE) bernomor B-822/In.38/R/RP/.00.9/06/2020 tertanggal 23 Juni 2020 dan ditandatangani langsung oleh Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim mengatakan, keringanan itu diberikan kepada mahasiswa atas biaya dampak wabah Covid-19. Selain keringanan membayar UKT, juga  memberikan fasilitas kuliah daring berupa kuota internet.

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini diambil dalam rangka merespon berbagai keresahan mahasiswa IAIN Madura yang terdampak Covid-19.

Kosim menerangkan, kebijakan yang diambil itu sudah melalui berbagai pertimbangan dan alasan. Namun terbitnya kebijakan itu, diyakini sangat memberi dampak positif terhadap mahasiswa.

Dalam SE tersebut, keringanan itu hanya berlaku untuk semester ganjil tahun akademik 2020/2021 dan diberikan kepada mahasiswa minimal semester 2 yang berstatus aktif.   Pengajuannya disampaikan kepada rektor melalui google form link https://s.id/ukt2020 dengan rekomendasi lurah/kepala desa.

Pengajuan itu dapat dilakukan mulai 24 Juni 2020 hingga 10 Juli 2020. Yang memenuhi syarat akan diumumkan pada 15 Juli 2020. Setelah itu, mahasiswa membayar UKT pada 16 hingga 18 Agustus 2020. Bagi yang tidak mengajukan keringanan, beban tagihan UKT akan disesuaikan dengan nilai UKT semester sebelumnya.

Sebelum surat edaran resmi ini diterbitkan, pemotongan UKT hanya 15 persen, namun ada penolakan dari mahasiswa dan akhirnya diputuskan menjadi 20 persen.

“Saya berharap kebijakan ini sebagai sesuatu yang bisa membahagiakan mahasiswa. Apalagi dengan berbagai kendala seperti sekarang,” ungkap Kosim pada saat ditemui Kabar Madura, Selasa (23/6/2020).

Atas terbitnya keputusan itu, Presiden Mahasiswa IAIN Madura, Ubaidillah cukup mengapresiasi, meski ada syarat tertentu yang harus dipenuhi mahasiswa.

“Saya setuju dengan adanya surat edaran ini meskipun ada syarat syarat tertentu, dan adanya hal ini, rektor IAIN Madura menampakkan sifat kepeduliannya kepada mahasiswa yang kesulitan atas wabah ini,” paparnya. (ifa/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *