IAIN Madura Siapkan Rumusan Moderasi Beragama

  • Whatsapp
(FOTO: KM/dok) MOHAMMAD KOSIM: Rektor IAIN Pamekasan

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura terus menggalakkan penyadaran menerapkan model beragama yang damai, bisa menerima keberagaman dan menghargai berbagai gagasan yang berbeda.

Terlebih, hal itu sudah menjadi kebijakan khusus dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI). Sehingga harus membuat lembaga khusus yang berperan mengkaji, menelaah, meneliti tentang moderasi beragama.

Bacaan Lainnya

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim mengatakan, ajaran Islam sesungguhnya moderat, sehingga model beragama yang baik adalah menebar kasih sayang melalui ajaran agama yang ada. Sedangkan implementasi di tengah-tengah masyarakat bisa menyesuaikan dengan pedoman Al-Qur’an dan hadist.

“Pertama akan diterapkan pada internal kampus dulu agar bersikap moderat dalam beragama, kami sampaikan melalui webinar ini, dan akan menerbitkan sebuah buku untuk menunjang moderasi beragama,” ungkapnya, Selasa. (17/11/2020), saat diwawancarai Kabar Madura usai acara Webinar Nasional Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura.

Acara yang mengambil tema “Visi Moderasi Beragama di Tengah Kontestasi Gerakan Kontemporer” itu, diharapkan mampu menjadi alat tambahan wawasan untuk mendukung terlaksananya moderasi beragama dengan baik, secara khusus di Madura dan secara umum di Indonesia.

“Untuk mensupport terciptanya moderasi beragama, di IAIN Madura ada unit kerja khusus yang merumuskan, yakni Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura, dari sanalah akan ada penelitian, rumusan, dan buku tentang moderasi beragama, kita sudah bentuk 1 tahun yang lalu,” urainya.

Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura saat ini sedang melakukan penelitian tentang keberagamaan mahasiswa baru di IAIN Madura. Tujuannya, jika ada yang sedikit kurang terarah dengan baik, bisa diberikan pemahaman secara khusus tentang moderasi beragama, kendatipun secara umum masyarakat Madura adalah masyarakat yang moderat.

“Masyarakat Madura sudah terbukti bahwa mereka moderat, dalam beragama terbuka terhadap keberagaman, semoga sikap ini terus bertahan, sebab ke depan tantangan semakin berat,” pungkasnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *