IAIN Madura Terapkan Perkuliahan TMT

  • Whatsapp
ANTUSIAS: Mahasiswa IAIN Madura tampak antusias mengikuti vaksinasi untuk kuliah tatap muka. (Ach. Nasrullah/KM)

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN–Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, menyambut baik pemberlakukan kuliah tatap muka. Meski dilakukan secara terbatas, kegiatan perkuliahan secara tatap muka dinilai lebih efektif bagi mahasiswa.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim mengatakan, pembelajaran luar jaringan (luring) kembali dilakukakan di kampus IAIN Madura melalui dua teknis. Pertama, perkuliahan dilaksanakan secara tatap muka terbatas (TMT). Kemudian yang kedua dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Bacaan Lainnya

Diungkapkannya, pembelajaran dengan sistem TMT yang mulai diterapkan pada 30 Agustus 2021 dilakukan dengan ketentuan setiap kelas harus diikuti oleh separuh mahasiswa, sementara sisanya mengkuti PPJ.

Dirinya menjelaskan, penerapan TMT didasari karena pemberlakuan PPKM di Madura khususnya Kabupaten Pamekasan yang turun ke level dua. Sesuai aturan dari pemerintah, daerah yang menerapkan PPKM level dua dapat melaksanakan pemebelajaran tatap muka 50% dari kapasitas mahasiswa yang ada.

“Tentunya dengan satndar protokol kesehatan ketat, seluruh mahasiswa dan dosen wajib memakai masker dan menjaga jarak, kami tetap berhati-hati,” tuturnya kepada Kabar Madura, Kamis (2/9/2021).

Disisi lain, meskipun harus mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. seperti melaksanakan vaksin dan wajib memakai masker, mahasiwa menyambut antusias penerapan TMT.

Firoh, salah satu mahasiswa semester III IAIN Madura mengatakan, dirinya sangat antusias menyambut perkuliahan tatap muka. Meskipun dilakukan secara terbatas, namun dirinya tetap antusias, sebab selama menjadi mahasiswa IAIN Madura, dirinya belum pernah merasakan perkuliahan tatap muka di dalam kelas.

Dirinya berkomitmen untuk mengikuti aturan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, bahkan siap untuk mengikuti vaksinasi demi mengikuti perkuliahan secara tatap muka.

“Alhamdulillah seneng banget, saat ini saya dan teman-teman bersedia untuk melaksanakan luring walaupun ada saja teman yang minta daring karena sudah terbiasa jadi masih belum menerima” ucap Firoh, salah satu mahasiswi IAIN Madura.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Prodi PIAUD) ini mengatakan, perkuliahan tatap muka memudahkan mahasiswa dalam proses penerimaan mata kuliah, serta lebih akrab dengan dosen dan mahasiswa lain.

“Kalau luring, kami ada tugas bisa ke perpus bareng temen-temen, beda dengan daring itu susah buat cari refrensi,” tutupnya. (*/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *