Ibu Mahfud MD Diserang, Banser Pamekasan Pasang Badan

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan mengecam keras tindakan sekelompok orang yang menggeruduk Ibunda Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di kediamannya, Jalan Dirgahayu Kelurahan Bugih Pamekasan, Selasa (2/12/2020).

Ketua GP Ansor Pamekasan Syafiuddin sangat menyayangkan dan mengecam tindakan tidak terpuji tersebut. Menurutnya, tindakan itu seharusnya tidak pernah terjadi. Sebab, tergolong tindakan amoral yang sifatnya subjektif dan menyerang individu. Baginya sangat tidak etis seorang ibu lanjut usia mendapatkan perundungan dan persekusi hanya karena anaknya tidak sepaham dengan kelompok mereka.

Secara tegas Syafik menyatakan, pihaknya bersama ratusan pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pamekasan siap menjaga kediaman ibunda Mahfud MD dan menjamin keselamatannya dari ancaman kelompok-kelompok yang doyan dengan tindak-kekerasan.

Bahkan menurutnya, aparat keamanan harus bersikap tegas dalam menyikapi hal ini. Sebab, selain mereka telah mengabaikan protokol kesehatan saat wabah Covid-19 setiap hari memakan korban meninggal dalam satu pekan terakhir di Pamekasan, mereka juga melakukan tindakan pengusikan terhadap orang tua yang tidak berdosa dan tidak tahu menahu perihal alasan mereka berdemonstrasi.

Menurutnya, semua pihak dapat menghargai jika ada orang yang tidak sependapat dengan sikap dan kebijakan Mahfud MD sebagai pejabat publik. Namun, caranya bukan dengan mendatangi rumah orang tuanya yang tidak mengerti apa-apa terkait kasus Habib Rizieq Shihab, terlebih kelompok bersurban itu mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.

“Kami siap jaga kediaman Ibunda Pak Mahfud, dan ini harus ditindak tegas oleh aparat keamanan,” tegas Wakil Ketua DPRD Pamekasan itu.

Sementara itu, Mahfud MD melalui akun twitternya menyampaikan ketidakterimaannya terhadap apa yang terjadi pada ibunya di Pamekasan. Dia mengaku telah berusaha keras untuk menghindari penindakan kepada orang-orang yang telah menyerang pribadinya. Namun kali ini menurutnya konteksnya berbeda karena ibunya yang diserang.

“Saya selalu berusaha menghindar untuk menindak orang yang menyerang pribadi saya, karena khawatir egois dan sewenang-wenang karena saya punya jabatan. Saya siap tegas untuk kasus lain yang tak merugikan saya. Tapi kali ini, mereka mengganggu ibunda saya. Bukan mengganggu Menkopolhukam,” demikian cuitannya di Twitter.

Keponakan Mahfud MD Syaiful Hidayat menafsiri maksud dari cuitan pamannya itu sebagai reaksi tegasnya terhadap apa yang sudah menimpa ibundanya. Bahwa Mahfud MD tidak akan tinggal diam atas apa yang terjadi pada ibunya.

Bahkan menurutnya, Mahfud MD telah memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur dan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pamekasan untuk menjamin keamanan dan keselamatan ibundanya di Pamekasan.

Saat mendengar kabar terdapat aksi perundungan terhadap ibundanya, Mahfud MD menghubunginya dan menanyakan kondisi ibunya. Beruntung tidak terjadi apa-apa kepada ibu dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Namun demikian, Mahfud MD sempat berencana memindahkan ibundanya ke Jakarta pasca aksi demonstrasi itu, namun setelah keluarga melakukan musyawarah; rencana tersebut urung dilakukan lantaran ibundanya menolak untuk dibawa ke Jakarta.

Baginya, Mahfud MD merupakan pribadi yang profesional dan memiliki kesabaran. Karena jika Mahfud MD mau, dia bisa menugaskan Kapolri dan Panglima TNI untuk mengungkap kasus itu hingga ke akar-akarnya sampai otak dan aktor tindakan itu ditangkap polisi.

“Tapi pak Mahfud tidak melakukan itu, karena dia profesional, tiak sewenang-wenang mengambil kebijakan,” ucapnya. (ali/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *