Ibu Rumah Tangga Berhasil Jadi Juara MTQ

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOIRUL UMAM SYARIF) INSPIRATIF;  lailatul Isnaini Juara Tafsir Bahasa Inggris Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) 2020 Pamekasan saat berpose dengan keluarga besarnya.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Keluarga yang harmonis menjadi impian bagi setiap orang yang menjalani kehidupan didunia, hal itu bisa dicapai dengan mengaplikasikan kandungan yang tuang dalam al qur’an,  tak terkecuali oleh keluarga manapun, termasuk yang dilakukan oleh lailatul Isnaini, Juara Tafsir Bahasa Inggris Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) 2020 Pamekasan.

“Membumikan Al-qur’an di tengah keluarga itu menjadikan kita sebagai role model, dimana kita adalah penghafal al qur’an haruslah tindak tanduk, tingkah laku wajib sesuai dengan tuntutan al qur’an,”ungkapnya. Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya

Ibu dari 2 orang anak itu, untuk melestarikan hafalan saya, harus berusaha dengan  konsisten setiap harinya, supaya hafalan yang telah dihafalkan bisa tidak hilang begitu saja, karenanya ia memilih hari dengan menutup dengan Al Qur’an dan membuka hari dengan Al Qur’an.

“Saya memulai dengan hari dengan Al Qur’an dan menutupnya dengan al qur’an  pula, mengaji sebelum subuh, sebelum sebelum tidur pun harus mengaji Al Qur’an, karenanya perasaan akan damai dan tenang,”urainya.

Istri dari Zainal Abidin itu, mengaku untuk melestarikan Al Qur’an ditengah tergerusnya dekadensi moral para pemuda menjadi tantangan tersendiri, karenanya untuk mengikatnya agar al qur’an bisa terus terjaga dengan baik, dilakukan dengan mengikuti khotmil qur’an bulanan dari rumah teman kerumah teman yang lainnya.

“Hotmil Al Qur’an dengan hafiz hafizah dengan semua hafid setiap bulan, dengan khotmil Al Qur’an ada keberkahan tersendiri,”urainya.

Wanita yang sedang menempuh s2 di Universitas  Islam Malang (UNISMA) itu mengaku menjadi orang yang berprestasi menjadi beban tersendiri, sebab tuntutan baginya agar bisa mencerminkan kehidupannya dengan arahan yang termaktub di kitab suci umat islam.

“Sukses menjadi hafiza berprestasi adalah sebuah beban tersendiri, adalah sebuah tanggung jawab, Karena harus mendahulukan Al Qur’an dari setiap apapun,”urainya.

Lulusan pendidikan bahasa inggris IAIN Madura itu, dalam membagi waktu dengan keluarga sama halnya dengan orang pada umumnya, namun yang agak berbeda dia lebih mengutamakan membaca Al Qur’an di setiap apapun yang dikerjakan.

“Tapi jika memprioritas Al Qur’an seakan-akan keberkahan waktu datang begitu saja, untuk urusan rumah tangga bisa terselesaikan dengan cepat ketika menyelesaikan taqrir al qur;an,”pungkasnya. (rul/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *