oleh

IDI Desak Dinkes Sampang Tingkatkan Pengawasan Sebaran Covid-19

Kabarmadura.id/Sampang-Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sampang dr Indah Nursusanti, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, untuk meningkatkan pengawasan penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.

Meski menurutnya, hampir semua fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Sampang diklaim sudah menerapkan protokol kesehatan, namun  kondisi penyebaran wabah Covid-19 saat ini malah semakin masif.

Diakuinya, sejauh ini untuk pengawasan, pembinaan dan kontrol dari pihak Dinkes setempat terhadap keberadaan faskes dan klinik di wilayah Kota Bahari itu, masih harus  ditingkatkan.

Sambung dia, tenaga kesehatan (nakes) itu sangat rentan terpapar wabah Covid-19, baik dokter, bidan dan perawat terutama yang berada di garda terdepan yang membuka praktek mandiri.

“Sampai saat ini nakes yang terpapar Covid-19 khususnya dari profesi dokter sudah ada sebanyak 5 orang. Semoga tidak semakin banyak, karena kalau dokternya semua terpapar, nanti yang mengobatinya bisa repot,” ungkapnya, Senin (29/06/2020).

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Cabang Sampang Rosidah mengungkapkan, untuk APD bidan di desa itu, semuanya tergantung masing-masing puskesmas. Untuk jumlah bidan yang menangani pasien dan ibu hamil tercatat sekitar 400 orang tersebar di desa dan kecamatan di wilayah itu.

“Kami belum mendapatkan keluhan dan laporan dari bidan di bawah, maka dapat dibilang pelayanan tetap maksimal dan bidan mendapatkan haknya termasuk APD ini,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengklaim, semua faskes di wilayahnya sudah menerapkan protokol kesehatan. Di samping itu, para nekes juga rutin melakukan rapid hingga swab test, bahkan bidan juga sudah dilengkapi APD secara lengkap.

Dia membeberkan, jumlah klinik di Sampang ada 12, sementara jumlah dokter yang membuka praktik mandiri sebanyak 43 dan bidan yang membuka praktik 53 orang dan perawat 191. Sementara untuk bidan yang menangani ibu hamil tercatat sekitar 400 orang dengan polindes 240 unit tersebar di berbagai wilayah.

“Nakes terpapar covid-19 ini karena makin banyaknya paparan dan orang tanpa gejala. Kami akan  terus tingkatkan pengawasan dan meminta kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menangani wabah ini, ” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Sampang Djuwardi mengaku, dirinya cukup prihatin melihat para nakes yang terinfeksi Covid-19 demi  menolong sesama.

“Kami meminta secara sadar semua elemen masyarakat harus kompak mendukung dengan cara disiplin mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” pintanya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed