oleh

Iklim Investasi di DPMPTSP Bangkalan Dinilai Rendah

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Iklim investasi di Kabupaten Bangkalan masih terbilang rendah. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada tahun 2018, jumlah investor dapat dihitung jari. Investor dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya 5 industri dan penanaman modal asing hanya 3 industri. Totalnya masih 8 investor yang baru masuk.

Selain minimnya investor, minat investasi yang minim terlihat dari jumlah penanaman modal Izin usaha mikro dan kecil (IUMK) maupun non-IUMK yang masih kecil. Di mana Bangkalan hanya berkisar Rp300 miliar per-tahun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ainul Ghufron menyampaikan, selain terkendala kultural. Persoalan klasik terutama perihal izin dari masyarakat memang sering menjadi kendala utama. Namun, pihaknya memastikan kedepan akan lebih memperhatikan dan mendukung investasi.

“Kendala di lapangan tentunya pasti ada, yang penting kepala desa dan tokoh masyarakat diajak berkoordinasi dan bersinergi untuk menciptakan iklim yang baik dan aman,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengaku, akan menjamin investor dengan iklim aman dan kondusif jika mau berinvestasi di Kota Dzikir dan Sholawat itu. Sebagai langkah awal pihaknya mulai memangkas beberapa dokumen perizinan bagi para pelaku usaha.

Di antaranya, lanjut dia,  pada syarat pendirian usaha yakni pada pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Melalui perubahan ini, maka kini para pelaku usaha dengan modal diatas Rp500 juta cukup memiliki Nomor Izin Berusaha (NIB). Akan tetapi tetap diwajibkan membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) kepada DPMPTSP.

“Bagi pengusaha yang belum bisa atau belum sempat membuat LKPM, kami akan mendatangi kantor perusahaan untuk memberikan panduan pembuatan LKPM,” janjinya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bangkalan Saleh Farhat meminta,  agar Pemkab Bangkalan bisa mempersiapkan pelayanan yang ramah dan aman untuk investor. Dia menuntut, bagaimana investor datang lebih enak tanpa ada rasa khawatir apapun, termasuk keamanannya.

“Saya minta bupati bisa mempersiapkan kenyamanan bagi investor jika ingin dilirik. Agar keluhan dan kejadian investor sebelumnya tidak terulang,” tandasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed