oleh

IKM di Pamekasan Enggan Kerjasama Lantaran Sempat Terjadi Kecerobohan Galeri UMKM

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, untuk meningkatkan daya beli produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) belum berjalan maksimal. Hal itu terungkap, minimnya produk UMKM yang tercover di gedung galeri UMKM.

Bahkan petugas galeri UMKM Abd. Rahman menyebutkan, hanya ada 29 UMKM yang bekerja sama dengan galeri UMKM dalam memasarkan produknya. Sedangkan, jumlah produk UMKM yang terdapat di galeri hanya 32 jenis.

Produk UMKM yang tercover melalui galeri UMKM mayoritas didominasi oleh produk camilan, dan sebagian lagi konveksi dan kerajinan tangan. Menurutnya, tidak banyak UMKM yang bekerja sama, lantaran prospek pendapatan yang dinilai tidak terlalu bagus.

Selain itu, saat galeri UMKM dikelola oleh dinas terkait, terdapat kejanggalan pemilik produk bekerja sama untuk menitipkan produknya di sana. Mirisnya, pemilik produk sempat tidak menerima pendapatan, sementara produknya laris di pasaran.

“Kondisi itulah yang membuat pelaku UMKM enggan untuk bekerja sama dengan Galeri UMKM. Namun saat galeri UMKM, dipindahtangankan dan mulai ada perbaikan. Pengelolaan keuangan lebih diperhatikan dari sebelumnya,” ujarnya, Senin (30/11/2020).

Pemasaran yang dilakukannya terbatas, pihaknya hanya memanfaatkan iklan berbayar di media sosial (medsos) berupa facebook dan instagram, untuk mempromosikan produk UMKM yang dijualnya. Selain itu, juga dibantu oleh sejumlah komunitas pegiat UMKM.

“Setiap pelaku UMKM yang ingin bekerja sama dengan galeri UMKM tidak dipungut biaya. Namun terdapat pembagian hasil antara pengelola galeri dengan pemilik produk. Kami selalu mengajak pelaku UMKM agar produknya masuk ke sini,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Ali meminta agar pemkab mengevaluasi kinerja OPD yang membidangi UMKM. Hal itu dilakukan dari hulu ke hilir, agar upaya selama ini dengan pelatihan wirausaha baru (WUB) dan semacamnya tidak berjalan sia-sia. “Harus dievaluasi kinerjanya hingga ke bawah,” responnya. (ali/ito)

Komentar

News Feed