oleh

Ikuti Bimtek DTKS, Operator SIKS-NG Dipungut Rp500 Ribu

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Seluruh operator sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG) di Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, mengadakan bimbingan teknis (bimtek) mandiri mengenai updating data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Hotel Palem Sari, Kota Batu.

Anehnya, dalam untuk mengikuti tersebut, seluruh operator SIKS-NG dimintai uang kontribusi sebesar Rp500 ribu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Moch. Tarsun mengatakan, bimtek tersebut bukan program dari pemerintah pusat maupun Pemkab Pamekasan, namun inisiatif sendiri dari para operator SIKS-NG yang dikawal oleh camat Batumarmar.

Menurut Tarsun, kegiatan tersebut bagus, karena selama ini, updating DTKS terbilang lemah, sehingga dimungkinkan kegiatan updating yang dilakukan secara bersama di Kota Batu itu lebih efektif.

“Bagus itu. Selama ini kalau tidak ada yang ngawal begini semau-maunya untuk update. Bagus itu,” ucapnya.

Camat Batumarmar Fahmi menjelaskan, bimtek tersebut merupakan kegiatan mandiri dan atas inisiatif dari para operator. Menurutnya, tidak ada anggaran khusus untuk kegiatan bimtek tersebut. Sehingga seluruh operator urunan setiap orang sebesar Rp500 ribu. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari mulai (26/1/2021) hingga (27/1/2021).

Operator yang mengikuti bimtek tersebut sebanyak 13 orang, sebagaimana jumlah desa di Kecamatan Batumarmar. 13 orang tersebut iuran dan melakukan updating di tempat khusus, agar kegiatan bimtek itu bisa berlangsung fokus, karena batas akhir ekspor data pada 27 Januari 2021) mendatang.

Menurutnya, yang melatarbelakangi kegiatan bimtek mandiri tersebut karena mepetnya waktu menuju deadline ekspor DTKS. Sehingga agar proses perbaikan dan updating bisa berlangsung optimal dalam jangka waktu yang pendek ini, maka dilakukan bimtek mandiri di tempat khusus.

Fahmi mengaku, sedianya dirinya berjanji untuk hadir pada kegiatan bimtek tersebut. Namun karena satu dan lain hal, dirinya berhalangan untuk hadir. Namun demikian, pihaknya mengapresiasi langkah para operator SIKS-NG. Karena dengan begitu, perbaikan dan updating DTKS bisa optimal dan tidak melabrak deadline yang sudah ditentukan.

“Karena mendekati waktu deadline, maka atas inisiatif adik-adik (operator SIKS-NG) bimtek mandiri ini dilakukan. Harapannya, ada sinkronisasi DTKS dari 13 desa di Kecamatan Batumarmar,” pungkasnya. (ali/waw)

 

Komentar

News Feed