Imam Masjid Dapat Bantuan Rp2 Juta per Tahun

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP – Bantuan  untuk  imam masjid di Kabupaten Sumenep hanya Rp2 juta selama satu tahun dari lembaga Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang rencana dicairkan pada awal bulan April ini.

Pengurus Dewan Masjid Daerah (DMD) Kabupaten Sumenep Azis Nasir menjelaskan, bantuan tersebut hanya diberikan kepada imam masjid berjumlah 328 orang. Bantuan itu diharapkan dapat mendobrak semangat para imam agar lebih giat mengurus masjid.

“Bantuan tersebut bukan untuk takmirnya, tetapi untuk satu imam masjid yang sudah masuk data penerimaan bantuan itu,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan itu, menurutnya sudah dikelompokkan oleh pengurus dewan pengurus masjid di tiap kecamatan. Jadi jumlah 328 masjid tentunya sudah masuk dalam rekap yang dikumpulkan oleh pengurus DMI kecamatan.

“Dalam pencairannya nanti, dana akan ditransfer ke rekening masing-masing imam yang mendapat bantuan, tidak untuk takmirnya, tetapi untuk satu imam saja,”paparnya.

Pihaknya pun belum bisa memastikan bahwa bantuan tersebut akan bergulir tiap tahunnya. Pasalnya bantuan tersebut baru dimulai pada tahun ini dari pengurus DMI pusat. Hanya saja meski tidak semua imam yang ada dalam satu masjid tersebut menerima bantuan itu, ia meminta agar seluruh imam masjid tetap bersemangat dalam menjalankan ibadah dan tugasnya.

“Jika  tidak mendapatkan bantuan kemudian berhenti jadi imam, tentu itu salah. Tentu, bantuan itu hanya sebagai bentuk penghargaan kepada imam masjid yang intens menjadi imam dalam tiap waktunya,”ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, DMI juga pernah memberikan bantunan tandon ukuran 5.000 liter kepada semua masjid yang masuk dalam rekap bantuan pada tahun 2018 lalu.

“DMI juga pernah memberikan bantuan tandon ke masjid-masjid yang ada di Kabupaten Sumenep, sama jumlahnya dari data yang disebutkan tadi,”ujarnya.

Pihaknya juga menginginkan agar di setiap masjid ada yang intens menjaga keamanan masjid, supaya barang-barang seperti sepeda motor milik jamaah masjid terjaga kemanannya.

“Kami sudah mengupayakan dan memberikan masukan kepada DMD untuk lebih memperhatikan keamanan dan kenyamanan jamaah, supaya jamaah lebih tenang dalam beribadah. Regulasainya tentu bisa diatur oleh pengurus takmir masjid masing-masing, agar lebih aman dan nyaman,”pungkasnya. (mun/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *