Imbas Covid-19, Tahapan Pilkada Sumenep Ditunda

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) TERGANGGU: KPU Sumenep saat sibuk-sibuknya mempersiapkan tahapan Pilkada 2020, wabah Covid-19 mulai mengganggu persiapannya.

Kabarmadura.id/Sumenep-Akibat maraknya virus Corona atau Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep menunda tahapan Pilkada Sumenep 2020. Jadwal tahapan selanjutnya belum ada kejelasan.

Disampaikan Komisioner KPU Sumenep Rofiki Tanzil, penundaan beberapa tahapan itu tertuang dalam Surat Edaran KPU RI Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaa Keputusan KPU Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

Surat edaran KPU RI itu diterima KPU Sumenep pada Sabru, 21/3/2020. Masih ada 16 tahapan yang harus dilalui KPU Sumenep sebelum pemungutan suara. Tahapan yang terdekat adalah pengadaan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Saat ini, tahapan rekrutmen PPDP itu sudah ditunda. Mengenai jadwal tahapan PPDP selanjutnya, KPU belum dapat memastikan jadwalnya. Sebab, sifatnya menunggu dari KPU RI.

“Jika KPU RI memerintahakan berlanjut, maka tahapan PPDP akan segera dijadwalkan. Sebab, KPU Sumenep sifatnya menunggu instruksi dari KPU RI,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa tahapam sudah dilakukan, termasuk pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) yang dilakukan pada Minggu (22/3/2020). Seharusnya, rekrutmen PPDP diagendakan setelah pelantikan PPS.

Selanjutnya, tahapan demi tahapan masih menunggu instruksi dari KPU RI. Harapannya, wabah Covid-19 cepat usai. Sehingga, penundaan tahapan KPU tidak berlarut.

“Semoga masyarakat dijauhkan dari Covid-19,” singkatnya.

Ada beberapa tahapan pilkada yang belum selesai, yakni pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), pendaftaran pelaksanaan penghitungan cepat, pelaksanaan pendaftaran survei atau jejak pendapat, pendaftaran pemantauan pemilu, pembentukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), pencocokan dan penelitian daftar pemilih, rekapitulasi DPS tingkat kabupaten, penyampaian DPS oleh KPU Kabupaten kepada PPA melalui PPK, pengumuman dan tanggapan masyarakat terhadap DPS.

Selanjutnya, masa pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati, penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon dan wakil bupati kepada KPU kabupaten, pengumuman DPT oleh DPS, Perbaikan DPS oleh PPS, penetapan pasangan calon setelah melakukan verifikasi, KPU akan mengumumkan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati, kampanye serta pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

“Tahapan tersebut nantinya akan dijdawal ulang setelah ada instruksi dari KPU RI,” tambahnya.

Sementara itu, Kordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Sumenep Imam Syafi‘i mengakui, mewabahnya Covid-19 menjadi kendala bagi pelaksanaan Pilkada Sumenep. Namundirinya tetap akan melakukan pengawasan pada pelaksanaan pilkada. Tujuannya, dalam rangka menertibkan pelaksanaan hingga tuntas.

“Pengawasan terhadap pilkada akan tetap dalam pengawasan Bawaslu,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *