Imbau Warga Lestarikan Musik Tongtong, Bupati Fauzi: Bukan Hanya Tugas Pemkab

(KM/MOH RAZIN) MILIKI DAYA TARIK: Musik Tongtong sering mulai sering ditampilkan di berbagai even yang ada di Sumenep untuk meningkatkan minat wisatawan. 

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Sejak musik Tongtong dilegalkan menjadi salah satu warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, masyarakat semakin menggandrungi kesenian lokal tersebut. 

Tidak hanya dijadikan hiburan dalam even-even tertentu, musik Tongtong juga digunakan untuk membangunkan sahur selama Ramadan. Musik Tongtong juga dianggap berbeda dengan musik lainnya sebab keunikan di dalamnya. 

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga memberikan dukungan penuh kepada perkembangan musik Tongtong. Hal itu dibuktikan dengan diajukannya musik tersebut sebagai WBTB. 

Sertifikat penetapan WBTB diperoleh tahun 2021 yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Selain musik Tongtong ada 4 warisan WBTB lainnya, yaitu; Cake, Kaldu Kokot, Sintong, dan Topeng Dhalang.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi berharap warisan budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman. Salah satu caranya yaitu dengan menampilkan di even-even dan penyambutan tamu istimewa dari luar Madura. Ia juga mengajak masyarakat agar turut melestarikannya.

“Upaya melestarikan budaya warisan leluhur Sumenep ini bukan hanya tugas pemerintah daerah. Masyarakat juga perlu ikut serta untuk menghadapi berbagai kondisi perkembangan zaman,” ajak Bupati Fauzi.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan pendataan budaya leluhur lainnya untuk didaftarkan agar mendapatkan sertifikasi penetapan warisan budaya Sumenep. 

“Hal ini kami lakukan sebagai salah satu wujud pengawasan dan kepedulian Pemkab terhadap keberadaan budaya Sumenep,” katanya.


Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.