oleh

Imroatul Mufidah, Sosok Peraih Penghargaan dari Johor Student Leaders Council

Kabarmadura.id/Pamekasan-Imroatul Mufidah, wanita kelahiran Sampang, 12 Maret 2000 ini, merupakan sosok inspiratif bagi kalangan muda-mudi Madura. Hal itu tidak lepas dari prestasi yang diraih saat usianya masih tergolong sangat muda.

Dari beberapa rentetan prestasi yang diraih, terpilih sebagai presentator paper berjudul “Elevating Literacy Multilevel Marketing” di Johor Malaysia, merupakan salah satu prestasi yang membanggakan baginya.

Meski terlahir dari keluarga yang sederhana, ayahnya hanya seorang petani yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang putus sekolah saat SD. Namun mahasiswa IAIN Madura itu, mampu membayar lunas harapan keluarga dengan prestasi tersebut.

Mufida, sapaan akrabnya, tidak jarang disepelekan oleh masyarakat di lingkungannya, karena hanya anak seorang petani yang tidak berpendidikan. Bahkan, dinilai terlalu memaksakan diri untuk menempuh pendidikan tinggi.

Kendati demikian, Mufida tetap konsisten dengan prinspinya yang dijadikan motto hidup, yaitu “Setiap Kita Selalu Hebat”. Sehingga Mufida berkeyakinan, bahwa tidak ada hal yang tak mungkin di dunia ini jika kita berusaha keras.

“Tentunya kita juga harus senantiasa memanjatkan harap kepada sang pewujud harapan,” ungkap aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Madura itu, Minggu (16/2/2020).

Selain andil besar restu kedua orang tua, Mufida mengungkapkan ada sosok lain yang sangat berperan dalam hidupnya. Adalah kakak perempuan Mufida yang selalu menjadi tumpuan keluh kesah dirinya.

Karena menurutnya, hanya kakak perempuan satu-satunya itu yang mengerti bagaimana beratnya proses pendidikan. Sehingga dari dialah Mufida mendapat dorongan, serta motivasi untuk selalu berkarya dan membuktikan pada publik bahwa anak orang tidak berpendidikan juga bisa meraih mimpinya.

Alhasil, prestasi yang kini diarih Mufida, tidak hanya mampu membanggakan keluarganya, akan tetapi hal itu juga mampu membuat dirinya berkata banyak dan menepis anggapan buruk tentang dirinya dan keluarganya.

“Kami bisa buktikan kepada lingkungan bahwa anak petani tidak berpendidikan juga bisa sukses,” yakinnya.

Jika prestasi yang ia raih sebelumnya hanya tingkat regional dan nasional, kini Mufida berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional. Prestasi berupa penghargaan dari Johor Student Leaders Council sebagai Paper Presenter di KSL Hotel & Resort Johor Bahru, Malaysia.

Berkat prestasi yang membanggakan itu, dirinya mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk dari Rektor IAIN Madura Mohamad Kosim, lantaran Mufida yang sejatinya merupakan mahasiswa tarbiyah, bisa mendapat penghargaan dari paper yang membicarakan tentang bisnis.

“Meski kedua orang tua saya dinilai tidak berpendidikan karena tidak tamat sekolah formal. akan tetapi mereka berharap besar agar saya bisa berprestasi dan berpendidikan tinggi. Saya berkeyakinan, pencapaian yang didapatkan hari ini tidak lain adalah barokah doa kedua orang tua saya, serta berkat bimbingan dari saudara perempuan saya,” tukasnya. (pin)

 

Komentar

News Feed