oleh

Indikator Kabupaten Literasi Belum Nampak

Kabarmadura.id/Pamekasan-Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk menciptakan Kabupaten Literasi, belum bisa terlaksana dalam waktu dekat ini. Padahal deklarasi mengenai rencana tersebut sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Salah satu kendalanya, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang  belum mumpuni.

Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengatakan, untuk menjadikan daerah sebagai Kabupaten Literasi, masih dibutuhkan beberapa persiapan matang. Salah satunya, kesiapan SDM yang nantinya berperan penuh dalam mengoptimalkan sebuah Kabupaten Literasi.

Menciptakan slogan Kabupaten Literasi yang dimaksud,salah satunya menciptakan atmosfer membaca, menulis.

“Untuk Pamekasan sendiri masih belum bisa mendekalarisikan diri sebagai kabupaten literasi karena atmosfer yang menjadi indikator belum terpenuhi, salah satunya dari unsur SDM-nya,” jelasnya.

Baddrut menargetkan, pada tahun 2022 mendatang baru bisa tercipta atmosfer tersebut. Karena untuk saat ini, SDM  yang ada kurang mendukung. Sehingga Pemkab Pamekasan perlu menyiapkan banyak hal sebagai pendukungnya secara matang.

Sebab,imbuhnya, kesiapan SDM yang mendukung mampu memberikan hasil maksimal dalam bekerja.

“Saya ini bukan yang bombastis, saya mau bekerja dengan sitematis, jadi untuk menjadi Kabupaten Literasi itu butuh indikator,” tegasnya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan, yakni membentuk atmosfer yang bernuansa literasi. Namun, perlu adanya upaya yang sinergis dalam mewujudkan keinginan itu.

 

“Menuju suasana yang seperti itu kan tidak mudah, saya mau bekerja dengan memakai standar indikator yang jelas, misalnya indikator dari Kabupaten Literasi itu satu jam, bacanya satu jam, untuk mencapi hal itu tidak mudah,” ujarnya.

Meski demikian pihaknya optimis, dengan segala usaha yang dilakukan pemerintah saat ini,Kabupaten Literasi bisa segera tercapai. Atas dasar itulah, peran serta seluruh tokoh masyarakat, ulama seluruh elemen sangat dibutuhkan.  (rul/ito/waw)

 

Komentar

News Feed