Indisipliner ASN di Bangkalan Belum Terdeteksi

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BELUM TERPANTAU: Upaya peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) belum sepenuhnya dioptimalkan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Upaya penertiban dan penegakan disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) belum optimal. Salah satu dasarnya, akibat pandemi Covid-19. Adanya virus itu cukup membuat para abdi negara tidak terikat jam kerja kedinasan. Hal ini diungkapkan salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bangkalan Imam Bukhori, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, tidak teraturnya jam kerja lantaran pemberlakukan pembatasan kegiatan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga cukup mempengaruhi tingkat kedisiplinan para PNS. “Ya mungkin jadwalnya tidak teratur, ada yang masuk siang, ada yang pagi. Intinya seperti sip-sipan,” ujarnya.

Selain itu, tidak normalnya pemberlakukan absensi juga menjadi salah satu menurunnya tingkat kedisiplinan pegawai. Sebab mereka menganggap dana kegiatan sudah direfocusing. Sehingga dinilai cukup mempengaruhi efektifitas kinerja atau kegiatan di setiap OPD.

“Selain tidak ada absensi, kegiatan juga minim, ini yang membuat mereka banyak tidak masuk atau absen,” ucapnya.

Sementara itu Inspektur Inspektorat Bangkalan Joko Supriyono mengaku, upaya penegakan disiplin untuk pegawai di tahun 2021 belum bisa dimaksimalkan. Sebab masih dalam kondisi pandemi dan jam masuk kantor masih dibatasi. “Kami belum bisa melakukan inspeksi, karena sekarang masih masa pandemi,” responnya.

Pihaknya menuturkan, persentase masuk di kantor OPD masih bergantian. Sehingga tidak bisa ditemukan pegawai yang disiplin atau tidak. Sebab tidak semuanya masuk kantor, dan ada juga yang bertugas di lapangan. “Mungkin tahun depan kami baru bisa melaksanakan inspeksi ini,” tuturnya.

Meski demikian, akan memeriksa dua ASN di tahun 2021. Masing-masing, ASN yang memang tidak disetujui keluarga dan meminta untuk memundurkan diri sebagai abdi negara. Kemudian satu ASN  mengalami sakit. Sehingga tidak bisa bekerja maksimal. “Ini baru kami dapatkan laporannya, nanti akan kami periksa terlebih dahulu,” janjinya.

Ditegaskan, kemungkinan dua ASN tersebut akan diberhentikan. Sebab selain tidak bisa efektif dan produktif, kinerjanya sudah lama tidak diketahui. “Dua ASN ini sudah lama tidak aktif, tapi baru dilaporkan,” tegasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan