Indisipliner Pegawai di Bangkalan Menurun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) UPACARA: Demi mengoptimalkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di Bangkalan, perlu diberlakukan absensi secara elektronik.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Selama wabah Covid-19, kinerja aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga harian lepas (THL) mulai menjadi bahan perbincangan di  tataran legislatif. Mengingat saat Covid-19, ASN dan THL sering kali bekerja dari rumah atau work from home (WFH) ketika ada kasus baru atau kenaikan kasus. Sehingga perlu adanya pengetatan dan penggantian absensi.

Yakni, dari absensi manual ke elektronik. Sebab sesuai kondisi di lapangan, kualitas pelayanan ASN dan THL terhadap masyarakat mulai mengalami penurunan. Kondisi itu terjadi, lantaran kedisiplinan pegawai mulai rendah.  Hal ini diungkapkan anggota Komisi A DPRD Bangkalan Muhammad Hotib, Minggu (14/11/2021).

Menurutnya, secara keseluruhan jumlah ASN di daerah yang identik dengan slogan Kota Salam mencapai 8.000 pegawai. Sedangkan untuk THL mencapai 3.854 pegawai. Ribuan pegawai tersebut, sempat disinggung Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) mengenai tingginya belanja pegawai di daerah.

Sehingga untuk menurunkan belanja pegawai yang mencapai 60 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) harus ada pengawasan indisipliner. Sehingga jika tidak optimal dalam kinerja, maka harus ada tindakan tegas. Sehingga mampu mengurangi beban belanja pegawai di daerah.

“Fungsikan kembali presensi atau absensi elektronik berbasis retina. Jika perlu semua organisasi perangkat daerah (OPD) harus melakukan pengadaan absensi elektronik ini,” ujarnya.

Sebab gaji pegawai dan tunjangan THL, kurang lebih mencapai Rp80 miliar per tahun. Anggaran puluhan miliar itu, belum termasuk gaji ASN. Sehingga dinilai, sangat besar. Apalagi saat ini, pembangunan di Bangkalan jalan ditempat. Sehingga tahun 2022 nanti, Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya (BKPSDA) serius dalam menerapkan presensi digital.

“Langkah strategis itu guna meningkatkan kedisiplinan ASN, baik dari tingkat kehadiran maupun produktivitas. Sehingga tujuan memberikan pelayanan yang optimal, cepat dan mudah dapat segera terwujud. Melalui penerapan presensi iris recognition system atau absensi retina nantinya dapat ditemukan pegawai mangkir maupun yang hanya titip absen,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setkab Bangkalan Muhammad Rasuli mengaku, sejauh ini absensi untuk para THL dan ASN sudah menggunakan presensi elektronik. Hanya saja, selama dua tahun terakhir atau selama wabah Covid-19 absensi digital tersebut dihentikan terlebih dahulu untuk meminimalisir penularan.

“Selama ini masih manual di semua OPD, pada dasarnya semua OPD sudah punya absensi elektronik hanya sekarang masih dihentikan terlebih dahulu karena Covid-19,” responnya.

Jumlah ASN dan THL

  • ASN
    • 000 orang
  • THL
    • 854 orang

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur:  Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *