oleh

Indonesi Maju di Masa Pandemi dengan Data Berkualitas

Oleh: Andreas Rony Wijaya, S. Mat.

Saat ini negara-negara di dunia masih menghadapi pandemi virus corona varian baru atau yang sering disebut COVID-19. Hingga artikel ini ditulis, beberapa negara saat ini sudah berhasil terlepas dari pandemi corona ini, dan beberapa lainnya mulai berkurang kasusnya. Sedangkan Indonesia jika dilihat dari kurvanya masih belum memasuki puncak dari pandemi ini, dan ribuan kasus terus bertambah setiap harinya.

Sembari menunggu produksi vaksin, penelitian dan kajian ilmiah mengenai virus ini terus digiatkan oleh para praktisi maupun akademisi. Penelitian covid-19 ini berguna dalam memperhitungkan seberapa besar dampak dan menemukan cara pencegahan yang efektif dari virus ini. Tentunya hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab rumpun kesehatan saja. Salah satu yang bisa dilakukan adalah penelitian dengan basis data seperti melalui model matematika maupun memanfaatkan ilmu statistika.

Berbagai model matematika seperti model SIR (susceptible-infected-recovered) dan berbagai pengembangannya telah banyak dicoba oleh peneliti dalam maupun luar negeri. Sementara itu pada ilmu statistik berbagai model peramalan telah diterapkan pada kasus covid-19 di Indonesia, salah satunya dengan model stokastik.

Tentunya penelitian yang baik adalah yang didukung oleh data yang berkualitas. Untuk itu diperlukan data yang valid dan akurat sebagai kunci sukses dalam upaya mengurangi risiko dari pandemi Covid-19 ini. Data yang baik akan sangat berpengaruh pada keakuratan dari hasil riset yang dihasilkan. Lima unsur utama dari data, yakni pengumpulan, pengelolaan, pengolahan, penyajian, dan penginterpretasian data, harus dilakukan secara benar.

Kriteria Data yang Baik

Keterbukaan. Diperlukan transparansi dalam hal data pandemi sehingga masyarakat dapat mengetahui secara pasti situasi dan kondisi yang sedang dihadapi di masa pandemi ini. Hal ini selaras dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Objektif. Data yang dipublikasikan hendaknya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jangan sampai data yang dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga terkait mengenai pandemi ini, menimbulkan penafsiran yang salah.  Jangan sampai memanipulasi hanya untuk membuar seolah-olah kurva penyebaran pandemi di Indonesia telah melandai.

Keterkaitan. Selain terbuka, data juga harus saling terkait satu sama lain (linked-data). Sebagai contohnya data penderita kasus positif dikaitkan dengan data lokasi, lalu data lokasi terkait dengan data ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan terkait dengan data ketersediaan alat kerja (APD, masker), dan seterusnya. Data juga harus terintegrasi dari daerah sampai pusat, dan harus seragam.

Beragam Jenis Data di Masa Pandemi

                Data Survei. Salah satu jenis data yang berguna adalah data dari hasil survei. Data hasil survei ini akan memberikan gambaran dari sisi subjek yang diteliti secara langsung. Sebagai contoh adalah data survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai survei dampak covid-19 terhadap pelaku usaha secara daring. Survei dampak covid-19 terhadap pelaku usaha ini dapat memberikan gambaran informasi mengenai kondisi dari perusahaan di tengah pandemi. Aspek yang dinilai pada survei ini antara lain adalah operasional, pendapatan, tenaga kerja, kendala yang dialami, hingga bantuan dalam bentuk apa yang dibutuhkan.

                Big Data. Dengan adanya teknologi informasi yang semakin canggih, banyak hal dapat dipantau secara mudan dan hampir real time. Banyak negara yang sudah membuktikan keefektifan analisis big data untuk menangani virus ini. Contohnya adalah Taiwan yang mengintegrasikan data dari penjamin kesehatan nasional dengan data dari imigrasi dan data rumah sakit. Taiwan memanfaatkan AI dan big data untuk melakukan pemetaan orang yang paling berisiko berdasarkan pengalaman perjalanan dan rekam medisnya. Tak heran jika Taiwan berhasil menghadapi pandemi ini. Hal serupa juga dilakukan di negara Singapura, China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

                Data lain yang berupa hal terdampak dengan adanya pandemi ini. Data-data tersebut sangat krusial untuk dijadikan sebagai informasi bagi pemangku kebijakan. Sebagai contoh adalah data mengenai kondisi ekonomi, data keadaan pariwisata, data ekspor-impor, data penggunaan moda transportasi, data pertanian, dan data-data lainnya yang berguna bagi lembaga terkait.  Sebagai contoh data kondisi ekonomi

Urgensi Data di Masa Pandemi

                Pengambilan Kebijakan. Seyogyanya kebijakan publik yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang ada baiknya juga berbasis pada data (data-driven policy). Melalui informasi dari data yang akurat itulah nanti dapat memegang peranan yang penting dalam membantu pengambilan keputusan dari pemerintah atau pun satgas penanggulangan covid-19, agar keputusan dapat diambil dengan tepat dan reliable.

                Peramalan. Salah satu peran data yang utama adalah proyeksi dan prediksi, keduanya berorientasi ke depan. Angka saat ini bukanlah angka yang menggambarkan masa sekarang dan lalu saja, melainkan juga sebagai dasar untuk memprediksi keadaan di masa depan. Pada masa awal dari pandemi ini, berbagai pihak banyak melakukan peramalan, terkhusus peramalan mengenai kapan pandemi ini akan berada pada puncak dan kapan berakhirnya. Hasil ramalan ini berguna misalnya dalam mengetahui kapan kapasitas dari ketersediaan ventilator akan membludak, kapan ruangan isolasi akan penuh, dan berapa tenaga medis yang dibutuhkan. Tanpa peramalan kita akan tergagap-gagap dalam menghadapi dampak covid-19.

Pemodelan Epidemiologi. Selanjutnya kedepannya data itu juga akan sangat berguna dalam pemodelan epidemiologi yang bermanfaat untuk kedepannya. Banyak negara-negara yang sejatinya sudah belajar dalam memitigasi virus ini dari pengalaman penanganan virus sebelumnya, seperti SARS, Ebola, dan MERS.

Penanganan Covid-19 ini adalah kerja sama antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa, termasuk para peneliti. Penelitian yang baik membutuhkan kualitas data yang baik pula. Pemerintah hendaknya juga mendengarkan pendapat para pakar dan peneliti melalui hasil penelitian yang mereka lakukan. Merekalah yang memiliki pengetahuan dalam hal penerapan ilmu dalam mengatasi pandemi ini. Semoga pandemi ini segera menemui titik reda. Selamat Hari Statistika Nasional, Indonesia maju di masa pandemi dengan data yang berkualitas.

Komentar

News Feed