Indorunners Pamekasan, Klub Lari Tanpa Batasan Usia, Profesi, dan Gender 

News175 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Indorunners Pamekasan resmi diluncurkan pada Minggu (17/9/2023). Tujuan klub lari ini didirikan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat agar gemar berlari. Sebab, selama ini, publik beranggapan bahwa kegiatan lari hanya bisa dilakukan seorang atlet atau orang yang hendak memenuhi persyaratan tes masuk kepolisian atau lainnya. 

Menurut Kapten Indorunners Pamekasan Teguh Hariyanto Permadi, adanya Indorunners Pamekasan ini untuk mewadahi masyarakat dari lintas umur, profesi, maupun gender, yang menggemari aktivitas lari. Teguh mengungkapkan, anggotanya kini sudah berasal dari semua kalangan, mulai dari kepolisian, tenaga kesehatan (nakes), mahasiswa, pedagang, dan lainnya. 

“Hari ini kita meresmikan Indorunners Pamekasan sekaligus launching jersey. Klub ini ada pusatnya. Dan di Madura, Indorunners Pamekasan ini satu-satunya. Tiga kabupaten lainnya masih belum ada,” terangnya kepada Kabar Madura. 

Kegiatan peresmian club yang disupport oleh Klinik Zaytun itu diawali dengan lari fun sejauh 4,5 km. Rutenya, mulai dari Klinik Zaytun di Jalan Mandilaras, berlanjut ke Jalan Segara, Kantor Pajak, hingga finish monumen Arek Lancor. Kata Teguh, ini untuk mensosialisasikan keberadaan Indorunners Pamekasan sekaligus mengampanyekan keutamaan lari.

Baca Juga:  Disperindag Pamekasan Prioritaskan Produk IKM Wilayah Pantura, Ini Alasannya!

Teguh menjelaskan, tidak ada persyaratan yang berat untuk bergabung di klubnya, yang kini beranggotakan 85 orang tersebut. Yaitu, cukup follow akun media sosial Indorunners Pamekasan @pamekasanrunners. 

Setiap minggu, terdapat tiga kegiatan rutin yang dilakukan; Night Run, Straight Training atau latihan kekuatan kaki, tangan dan semacamnya. Terakhir, easy run. Ke depan, lanjut Teguh, Indorunners Pamekasan ini diharapkan bisa mencetak atlet lari yang unggul dan berprestasi.

“Untuk pemula jangan khawatir, rute larinya kami sesuaikan dengan kemampuan. Jadi tidak langsung harus lari menempuh jarak sekian kilo. Lari itu tidak mahal, yang penting mau gerak aja dulu. Itu yang coba kita edukasikan,” jelas Teguh. 

Baca Juga:  Eksistensi Forum Mahasiswa Madura di Jakarta, Menyatukan Diri sejak Awal Era Reformasi

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *