oleh

Ingin Uang Kembali, Korban Penipuan Menginap Tiga Malam di Depan BRI

KABARMADURA.ID, Pamekasan –Berharap ditemui Pimpinan Cabang Bank BRI Pamekasan, para korban penipuan berkedok program perbankan, memaksa menginap di trotoar depan kantor cabang BRI Pamekasan selama tiga hari tiga malam.

Salah satu korban yang kerugianya mencapai Rp2,3 miliar lebih, Sawawi, mengaku akan terus menunggu pimpinan BRI untuk menemui pihaknya dan mendiskusikan perihal kerugian yang dialaminya untuk diganti.

Bakan apapun yang akan terjadi padanya dan para korban lain, akan tetap menginap di depan kantor BRI hingga uang mereka kembali. Sebab menurutnya, pelakunya menipu saat bestatus karyawan BRI, sehingga para korban menilai, BRI harus bertanggung jawab.

Akibat aksi tersebut, sejak Senin (8/11/2020) pagi hingga sore, kantor cabang BRI menutup pelayanan. Bahkan, gedung bank milik negara tersebut dijaga ketat oleh puluhan personel polisi untuk berjaga-jaga.

“Kami tidak mau cari ribut, kami hanya ingin uang kembali, itu saja,” tekannya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Bank BRI Cabang Pamekasan M. Alfian mengatakan, Pimpinan BRI Cabang Pamekasan sedang menjalankan masa cutinya. Namun pada prinsipnya, pihaknya mendukung korban untuk menempuh jalur ligitasi ke pengadilan.

Bahkan dia menyebut, pihak BRI siap mengganti rugi segala kerugian para korban jika pengadilan memutuskan bahwa BRI harus mengganti semua kerugian para korban. Menurutnya, pilihan tersebut lebih bijak dan lebih berdasar.

“Kami akan patuh pada keputusan pengadilan, kalaupun untuk mengganti rugi. Makanya mari selesaikan di pengadilan,” ucapnya.

Sedangkan juru bicara korban, Fahmi Andriyansyah Katili mengatakan, masih berusaha menyelesaikan persoalan ini dengan cara nonligitasi. Sebab menurutnya, para korban telah sangat terpuruk dengan jumlah kerugian yang sangat besar.Sehingga untuk menempuh jalur ligitasi, tidak memungkinkan secara materi.

Namun demikian, pihaknya memastikan bahwa pihak BRI secara aturan memiliki kewajiban untuk mengganti semua kerugian para korban. Sebab menurutnya, dalam undang-undang perbankan, koroporasi harus bertanggung jawab atas tindakan merugikan yang dilakukan karyawannya.

“Psikis mereka sudah sangat tertekan, mereka tidak mungkin bisa bersabar dengan ketidakpastian dari pihak BRI,” tukasnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed