Ini Harapan Bupati Bangkalan terhadap Direktur Baru PDAM

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) PERBAIKAN: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron

Kabarmadura.id/Bangkalan-Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengangkat Direktur PDAM yang baru, Abd Rasyid. Pengangkatan direktur baru ini diharapkan dapat melakukan perbaikan sistem sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal, dibanding yang selama ini terjadi. Orang nomor satu di Bangkalan ini menambahkan, setiap tahun PDAM Bangkalan sudah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Karenanya, harus ada kenaikan pendapatan dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat.

“Saya sudah arahkan dan himbau agar pendapatan, distribusi dan manajemennya bisa diperbaki,” katanya.

Setiap tahun, pemkab tidak tanggung-tanggung menggelontorkan dana yang seharusnya dikelola dengan baik dan bisa memberikan dampak positif kepada pelanggan. Penyertaan modal dari pemerintah ini menurutnya harusnya bisa dikelola lebih maksimal lagi.

Untuk diketahui, selama dua tahun berturut-turut predikat perusahaan kurang sehat disandang PDAM Bangkalan. Ia berharap predikat itu harus segera ditinggalkan. Di mana dalam tabel kategori kinerja tahun 2016 dan 2017, PDAM Bangkalan berada dalam kategori kurang sehat, tercatat di tahun tersebut bobot penilaianya berada di angka 2,61 dan 2,60.

“Direktur PDAM yang sekarang ini saya tugaskan untuk bekerja lebih optimal. Sebagai kepala daerah saya berharap tidak hanya PDAM saja, tetapi semua BUMD di Bangkalan berjalan ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Direktur PDAM Abd Rasyid mengakui bahwa saat ini PDAM Bangkalan sedang tidak sehat. Artinya, PDAM ini kinerjanya masih rendah atau hanya 2,86 persen.

“Meski nilai kinerja kita hanya 2,86 itu masih tergolong sehat. Tapi kalau di Madura kita lebih unggul dari Pamekasan. Yang paling tidak sehat di Madura daerah Pamekasan,” paparnya.

Mengenai penyertaan modal yang selama ini dikucurkan oleh Pemkab, Rasyid berencana akan mengalokasikan dana tersebut berupa pengembangan saluran PDAM. Diketahui penyertaan modal yang diberikan Pemkab sendiri yakni sebesar Rp17, 5 miliar. Rinciannya Rp4, 1 miliar dari Pemkab Bangkalan dan Rp13 miliar dari pemerintah pusat. Sedangkan, anggaran sebanyak itu harus digunakan untuk penyediaan air bersih dan pelayanan PDAM.

“Kita saat ini sedang membangun jaringan baru seperti di Kamal, mencari sumber air baru untuk daerah sana, masuk Telang,” tandasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *