oleh

Ini Janji Aliyadi Mustofa pada Nelayan di Madura

Kabarmadura.id/Pamekasan-Sejumlah nelayan di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan, mengeluhkan pembatasan wilayah tangkap yang sempat diberlakukan oleh pemerintah.

Kendati aturan pembatasan wilayah tangkap ikan itu sudah dicabut, namum hingga kini nelayan di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan masih sering mengalami selisih paham dengan nelayan di daerah lain saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Hal itu disampaikan oleh salah satu nelayan asal Pamekasan Imam Zarkazi saat menghadiri serap aspirasi bersama Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa, Selasa (15/9/2020).

Menurut nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) daerah Pamekasan itu, selain tersandera aturan penggunaan cantrang, nelayan tradisional juga merasa diberatkan dengan aturan pembatasan wilayah tangkap itu.

“Akibat pembatasan itu, kami terkadang harus berselisih paham dengan nelayan daerah lain, mohon ini juga atensi DPRD Jatim,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa mengatakan, kebijakan tentang kelautan dan perikanan, khususnya yang bersentuhan dengan nelayan, merupakan kebijakan turunan dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Oleh karena itu, aturan-aturan tersebut tidak bisa dijelaskan sepotong-potong. Artinya, baik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan kabupaten, harus duduk bersama-sama nelayan, agar aturan itu terlaksana dengan baik, dan tidak memberatkan nelayan.

“Sebagai pimpinan (Ketua Komisi B DPRD Jatim, red), saya akan pastikan untuk memberikan fasilitas pada nelayan untuk bisa melakukan forum dialog terbuka dengan pemerintah membahas persoalan tersebut,” tegasnya.

Dirinya menjanjikan, melalui forum dialog terbuka antara nelayan dan KKP itu, regulasi-regulasi yang selama ini dinilai memberatkan nelayan bisa jelas dan dipertanggungjawabkan pada masyarakat, khususnya nelayan tradisional.

“Harus ada perwakilan dari KKP yang menghadiri forum dialog terbuka in,” pungkasnya. (mukhtar/pin)

Komentar

News Feed