oleh

Ini Kriteria Orang yang Diperbolehkan Pulang Kampung

Kabarmadura.id/Sumenep-Meskipun ada larangan mudik, namun pemerintah masih membolehkan masyarakat yang ingin pulang kampung dengan persyaratan yang ketat.Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, berdasarkan surat edaran Gugus Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020, izin mudik ke kampung halaman hanya diperbolehkan pada warga dalam kondisi tertentu, salah satunya keadaan darurat.

“Misalnya ada keadaan mendesak di mana ada anggota keluarga yang sakit atau meninggal dunia. Pemudik diminta menyiapkan surat keterangan yang menunjukkan kondisi tersebut. Atau pun mau bekerja itu boleh,” katanya, Kamis (21/05/2020).

Apabila darurat ada keluarga yang sakit, meninggal asal ada keterangan, maka diizinkan.

“Saya minta kesadaran masyarakat untuk memutus bahaya Covid-19. Tidak perlu sembunyi naik truk, naik kontainer karena dikhawatirkan menimbulkan masalah lain,” ujarnya.

Berdasarkan pantauannya, selama ini ada 8 orang yang melakukan perjalanan dan mudik dengan mengendarai bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebanyak 6 orang dari Jakarta dan tiba di terminal Sumenep karena keluarganya sakit dan meninggal. Ada pula 2 orang yang pergi ke Jakarta dengan alasan akan bekerja.

Selain itu, kendaraan yang diperbolehkan melakukan perjalanan harus mendapatkan stiker khusus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

“Jadi, nantinya ketahuan yang mudik dan dapat diperbolehkan,” paparnya.

Mengenai persyaratan secara detail, Handoko melanjutkan, ada beberapa kriteria yang diperbolehkan mudik oleh pemerintah. Pertama, perjalanan dinas atau lembaga swasta. Kedua, perjalanan pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat. Ketiga, perjalanan orang yang anggota keluarganya meninggal dunia atau sakit. Keempat, repatriasi pekerja migran. Kelima, WNI dan pelajar yang berada di luar negeri dan Keenam, pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustiono Sulasno mengatakan, sampai saat ini khusus transportasi darat bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan armada antarkota antarprovinsi (AKAP) hampir 100 Persen tidak bisa beroperasi lagi. Namun khusus transpotasi darat untuk AKAP bisa melayani. Realitas di lapangan hingga saat ini masih belum ada yang pulang kampung ataupun mudik.

Dirinya mengimbau pada masyarakat yang ingin melakukan perjalanan darat harus tetap mematuhi SOP dari Gugus Covid-19. Di antaranya, harus dinyatakan sehat dengan minta surat keterangan sehat minimal di Puskesmas ataupun RSUD setempat. Kemudian harus minta surat keterangan lurah ataupun dari desa setempat yang menyatakan sebagai warga desa dan tujuan ke mana akan pergi.

“Bahwa dia menyatakan warganya dan tujuannya ke mana harus jelas,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed