oleh

Ini Penyebab 2 Paket Pelatihan di Lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Belum Terlaksana

Kabarmadura.id/Sumenep-Untuk melatih keterampilan berwirausaha, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep menyelenggarakan 8 paket pelatihan dengan nominal anggaran Rp30 juta perunit  pelatihan. Sayangnya, hingga akhir tahun ini, ada 2 paket pelatihan yang masih belum terlaksana.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep Lisa Bertha Soetedjo. Dua pelatihan yang belum terlaksana adalah pelatihan pengolahan hasil laut dan pembuatan suvenir. Selain itu, peserta juga tidak dibekali bantuan alat seperti mesin jahit, alat pertukangan, dan yang lainnya.

“Ya berbeda dengan Disnaker, mereka tidak mendapatkan bantuan stimulan baik berupa alat maupun berupa uang, karena memang anggaraan kami tidak sebesar di sana (Disnaker, red),” katanya, kemarin.

Sementara alasan mendasar tidak dilaksanakannya dua pelatihan keterampilan tersebut adalah murni karena memang waktu pelatihan diletakkan di akhir tahun.

Berta (sapaan akrabnya) menambahkan, delapan pelatihan itu meliputi pelatihan salon, mebel, sablon, catering, membatik, menjahit, olahan ikan, dan pembuatan suvenir.

Ia juga menjelaskan, fasilitas untuk peserta hanya berupa transport dan uang saku sesuai dengan masa pelatihan.Ada yang 6 sampai 8 hari dengan jumlah peserta sebanyak 20 sampai 30 orang.

“Tetapi transport itu hanya satu hari yang jumlahnya Rp50 ribu, untuk hari berikutnya adalah Rp30 ribu saja setiap harinya,” imbuhnya.

Sementara itu untuk tahun 2020 mendatang, ada desain berbeda dengan sebelumnya. Pihaknya akan fokus memberikan pelatihan ke lembaga pendidikan pesantren. Hal itu sesuai dengan anjuran pemerintah pusat dengan program one pesantren one produk (OPOP)-nya. (ara/pai)

Komentar

News Feed