oleh

Ini Strategi Petugas Pamekasan Call Car Sikapi Penelepon Gelap

Kabarmadura.id/Pamekasan-Program Pamekasan Call Care (PCC) sudah dinikmati masyarakat, bergulir sejak Mei 2020. Delapan petugas berjuang memberikan pelayanan maksimal, 24 jam bekerja non-stop.

MIFTAHUL ARIFIN, PAMEKASAN

Amir Hamdani menyambut hangat tim KMavis (Kabar Madura Audio Visual)—anak Perseroan Terbatas (PT) Madura Mandiri Indonesia Sejahtera, perusahaan yang menaungi Kabar Madura. Penanggung Jawab PCC tersebut bercerita suka duka mengelola program inovatif Bupati H Baddrut Tamam bersama Wakil Bupati Raja’e.

“Sukanya, ya kami merasa bangga dan bersyukur diberi amanah sebagai penanggung jawab program bersejarah ini,” terang Amir, panggilan akrab Amir Hamdani.

Kendati demikian, Amir sering menerima penelepon gelap atau iseng. Setelah ditelusuri ternyata tidak ada yang sakit. Namun demikian, setiap penelepon ke layanan PCC tetap dilayani dengan maksimal.

“Strategi untuk mengetahui penelepon gelap, salah satunya berkoordinasi dengan petugas puskesmas atau bidan desa guna mencari si penelepon,” ungkap Amir saat ditemui di ruang kerja PCC yang berada di area Mandhapa Agung Ronggosukowati.

Para penelepon dilayani langsung oleh delapan petugas PCC. Mereka standby 24 jam nonstop. Untuk menyiasati agar pelayanan PCC tetap maksimal dalam 24 jam, delapan orang petugas ini dibagi dengan sistem tiga sift.

“Dalam setiap sift mereka bekerja melayani masyarakat selama 8 jam. Mereka bergantian memberikan layanan dan konsultasi kesehatan pada masyarakat,” ungkapnya.

Meskipun hanya delapan orang, keterbatasan dapat teratasi. Careanya, kata Amir, adalah ada dua telepon yang menunjang dua aplikasi layanan di PCC.
“Untuk menyikapi keterbatasan SDM dalam layanan PCC, kami menyiasati waktu penelepon itu sudah pas, paling tidak antara 3 sampai 5 menit. Selebihnya jika menelepon lagi, kami pending dulu untuk melayani yang baru atau dialihkan ke nomor telepon yang lain. Jadi, kami ada pembatasan waktu konsultasi dan permintaan mobil,” paparnya.

Diungkapkan, semua kebutuhan layanan kesehatan seperti yang disampaikan Bupati Pamekasan dilakukan secara maksimal. Setiap sakit keluhan, baik mau melahirkan atau pun keluhan sakit lainnya, diurus dengan baik melalui layanan mobil sigap.

Terdapat dua aplikasi layanan yang diberikan kepada masyarakat. Line layanan itu berupa penanggung jawab ambulans dan Emergency Buttom.

“Masyarakat menelepon kami untuk mendapat layanan bantuan ambulans. Kami langsung sambungkan ke penanggung jawab ambulans atau mobil sehat,” paparnya.

Untuk memastikan ambulans memberikan layanan atau mengantar masyarakat, seluruh handphone penanggung jawab ambulans sudah terkoneksi dengan sistem di PCC, sehingga keberadaan ambulans bisa terdeteksi.

“Kami memberikan pelatihan bidan desa dan perawat yang bertugas di desa guna bisa mengaplikasikan ini dengan baik,” tukasnya. (nam)

Komentar

News Feed