oleh

Ini Strategi PMI Bangkalan Agar Tetap Dapat Pendonor Darah

Kabarmadura.id/Bangkalan– Stok kantong darah yang tersedia di Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan berkurang dari biasanya. Hal ini karena PMI hanya mengandalkan pendonor pasif, yakni pendonor yang datang ke kantor PMI. Saat ini stok darah mencapai 90 kantong darah,  sedangkan permohonan dari rumah sakit dalam setiap bulannya terkadang mencapai 100 kantong darah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kordinator PMI Kabupaten Bangkalan Mohammad Syarif Husyain. Ia menyampaikan, kantong darah yang tersedia di kantor PMI saat ini sangatlah minim lantaran tidak ada ekspansi ke luar.

Pihaknya menuturkan, bahwasannya permintaan dari RSUD bulan ini dalam minggu pertama mencapai 100 kantong darah.

“Minggu pertama permohonan kantong darah mencapai 100 kantong, namun  biasanya kalau normal saja permintaan minggu pertama awal bulan sudah 150 kantong,” tambahnya.

“Selama ini kita hanya mengandalkan pendomor darah yang pasif( pendonor yang datang ke kantor) sehingga stok darah minim. Stok darah A tinggal 27 kantong,  darah B 32, dan darah AB 5, sedangkan darah O mencapai 26,” jelasnya.

Dengan kondisi bseperti ini, yang bisa dilakukan Syarif untuk mengatasi kurangnya persediaan stok darah tersebut adalah dengan cara menelfon pendonor yang aktif.

“Menelpon para pendonor rutin yg sudah waktunya donor, serta memberikan target kepada  setiap staf UTD untuk membawa 5 pendonor. Adapun jumlah karyawan sebanyak  45 orang,” paparnya.

Cara tersebut dianggap efektif untuk menambah pendonor selama wabah Covid-19 tetap belum bisa diatasi. Sementara ke depan, pihaknya akan mengadakan kegiatan donor darah dengan target 100 kantong darah.

” Ke depannya kami sudah berencana untuk mengadakan kegiatann donor darah dengan target 100  kantong darah,” paparnya. (sae/pai)

Komentar

News Feed