oleh

Inilah Prinsip Pembangunan Perempuan dari Ketua PKK Pamekasan Nayla Badrut Tamam

“Rayakan Hari Kartini di Tengah Wabah Covid-19 sebagai Ladang Juang Perempuan Modern”

Merayakan Hari Kartini di tengah wabah Covid-19 tentu bukan alasan dan menjadi halangan untuk berkontribusi kepada masyarakat. Semangat perjuangan Kartini selalu dikobarkan pada diri perempuan Indonesia dalam menghadapi situasi seperti apa pun, apalagi hanya sebatas wabah Covid-19. Karena jika dibandingkan dengan kondisi Kartini pada masa lampau, justru perjuangannya lebih berat.

MUALIFA, PAMEKASAN

Perempuan memiliki peran untuk turut andil dalam penanganan Covid-19 di berbagai sektor yang ia geluti. Tak terkecuali oleh Ketua PKK Kabupaten Pamekasan, Nayla Badrut Tamam. Ia memiliki cara berbeda memaknai Hari Kartini begitu mendalam di tengah Wabah Covid-19, serta menjadi ladang  perjuangan Kartini masa kini dalam menghadapi wabah Covid-19.

Dalam sektor keluarga, perempuan memiliki tanggung penuh terhadap ketersediaan makanan yang sehat dan bergizi untuk menghindari dari berbagai virus, khususnya kepada anak dan anggota keluarga yang lain.

“Saya percaya bahwa kartini-kartini di Pamekasan sudah begitu kreatif untuk menjaga imunitas keluarga. Mereka sudah memiliki cara ampuh untuk melindungi keluarganya, khususnya anak,” ungkap Nayla, sapaan akrabnya.

Dalam sektor publik, sebagai ketua PKK yang fokus terhadap pemberdayaan perempuan, sosoknya memiliki kedekatan yang begitu kuat terhadap pembangunan perempuan (women and development).

Sejauh ini, tim PKK Kabupaten Pamekasan melaporkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat sudah menjadi kebiasaan mereka, jauh sebelum terjadinya Covid-19. Tidak heran, bahwa kebiasaan ini sudah mendarah daging.

Selain itu, TP PKK Kabupaten Pamekasan juga bergerak dalam usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K). Di kelompok kerja (pokja) II TP PKK juga terus dikembangkan melalui anggaran yang telah dikucurkan pemerintah.

“Kami berharap kepada TP PKK agar terus melakukan usaha dalam rangka peningkatan ekonomi. Hal tersebut harus dilakukan agar organisasi terus berjalan, serta bisa membantu kebutuhan keluarga dan kemajuan daerah secara umum,” pintanya.

Bagi istri Bupati Pamekasan Badrut Tamam ini, Hari Kartini di Tengah Wabah Covid-19 adalah ladang ibadah, dan bentuk abdi dirinya kepada masyarakat dalam memberikan edukasi. Perempuan masa kini dalam menghadapi Wabah, merupakan sosok yang paling dibutuhkan. Sebab ia bisa menjadi pengayom, pendidik, dalam keluarga, serta menjadi perempuan hebat bagi suami yang saat ini berjuang untuk masyarakat dan bangsa. (bri/waw)

 

Komentar

News Feed