Inovasi Desa Waru Barat Bangkitkan Ekonomi

  • Whatsapp
@desain grafis: sule sulaiman.

KABARMADURA.ID, Pamekasan-Partisipasi pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Pamekasan sangat besar, khusus dalam bersama-sama mensukseskan progran desa tematik yang menjadi program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di tahun 2021.

Salah satu pemdes yang tengah berupaya membentuk karakter desa guna mensejahterakan warganya, yakni Pemdes Waru Barat. Desa yang secara geografis berada di Kecamatan Waru itu, kini tengah serius membangun ekonomi kerakyatan melalui badan usaha yang dimiliki.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Waru Barat Abdus Salam Ramli menceritakan, populasi di desanya cukup besar mencapai 13 ribu lebih jiwa. Bagusnya, rata-rata perekonomian warga desa yang tersebar di 11 dusun itu masuk kategori menengah ke atas, serta mayoritas tidak gagap teknologi (gaptek).

Di samping potensi sumber daya alam (SDA) berupa peternakan, pertanian dan perkebunan, potensi sumber daya manusia (SDM) itu tidak ingin ia lewatkan begitu saja. Sejumlah program desa yang dapat dimanfaatkan untuk mengeksplor potensi-potensi itu digarap dengan serius.

Pihaknya bersana stakehokder di tingkat desa, mulai merancang Desa Waru Barat sebagai Kampung Digital. Bahkan, di periode pertama memimpin Waru Barat, Kades milenial ini telah meluncurkan sejumlah aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat layanan kepada warga.

Di antaranya, aplikasi Same Sae atau Samenit Mare Sadajah Epalastare dan Balada atau Basis Layanan Terpadu Desa. Meski tidak dimanfaatkan secara optimal oleh warga, kedua aplikasi itu terbukti memberikan manfaat besar dalam percepatan layanan publik.

Tidak puas dengan keberadaan dua aplikasi digital itu, Abdus Salam kembali akan meluncurkan aplikasi digital yang ketiga. Aplikasi yang akan launching akhir Mei ini diberi nama Desa Warsa Link. Berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, aplikasi Desa Warsa Link lebih fokus merambah sektor usaha.

Menurutnya, aplikasi tersebut tidak sebatas pelayanan warganya, melainkan juga menyasar kebutuhan dasar seperti pembelian pulsa, pembayaran token listrik, pasar digital produk lokal dan sebagainya. Serta, tujuan lain akan menumbuhkan UMKM dan layanan antar.

Dirinya mengungkapkan, aplikasi itu juga akan dijual gratis bagi desa-desa di Kabupaten Pamekasan untuk membantu kemudahan layanan dan pengembangan desa.

“Aplikasi  pertama Same Sae, kedua Balada, dan yang ketiga hari ini bersama teman-teman warga Waru Barat kami menciptakan aplikasi Desa Warsa Link,” ujarnya kepada Kabar Madura, Jumat (28/5/2021).

Abdus Salam menuturkan, meski rata-rata mata pencaharian warga dari sektor pertanian, namun seiring berjalannya waktu, kesadaran warga untuk mendapatkan sumber penghasilan dari wira usaha semakin tumbuh.

Hal itu dibuktikan dengan geliat ekonomi warga Desa Waru Barat sangat tinggi. Selain dikarenakan pendapatan menengah ke atas, terdapat perputaran ekonomi yang cukup besar di desa yang juga menjadi pusat pasar Waru.

Melihat potensi dan kesadaran warga yang semakin tinggi di sektor wirausaha, pihaknya memanfaatkan itu dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dasawarsa.

BUMDes yang ebelumnya sudah mengembangkan usaha penyewaan odong-odong dan peternakan kambing itu, kini dikembangkan dengan merambah sektor wirausaha atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pengembangan BUMDes di bidang UMKM diawali dengan membuka unit usaha cafe. Di Cafe Dasawarsa itu, Pemdes Waru Barat memberdayakan pemuda-pemuda desa agar memiliki kesadaran dini untuk berwirausaha.

Sukses di Cafe Dasawarsa, Pemdes Waru Barat kembali mengembangkan unit BUMDes dengan membuka usaha martabak mini. Unit usaha yang dilaunching pada bulan Ramadan kemarin itu, memberikan prospek besar dengan menyumbang laba bersih Rp3,5 juta per-bulan kepada pendapatan asli desa (PAD).

Melihat usaha yang menjanjikan itu, Pemdes Waru Barat bersiap untuk menambah penyertaan modal terhadap BUMDes. Pihaknya berencana akan membuka 10 hingga 20 stan martabak mini Dasawarsa di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

“Target minimal satu stan akan menghasilkan Rp3 juta per bulan atau Rp100 ribu per hari untuk PADes,” ungkapnya.

Di samping fokus terhadap pengembangan SDM dan UMKM, Pemdes Waru Barat juga fokus memfasilitasi ribuan warga yang berpenghasilan dari sektor pertanian, peternakan dan perkebunan.

Tahun ini pihaknya mulai merancang program usaha dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Di sektor perkebunan, pihaknya akan menyasar perkebunan buah yang hasilnya panennya akan dipasarkan bersama warga Waru Barat.

Di sektor pertanian dan peternakan, Abdus Salam akan memaksimalkan potensi 3.000 ternak sapi milik warga untuk diintegrasikan dalam unit pembibitan dan pengelolaan pupuk organik. Dengan memanfaatkan SDM yang didukung dengan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), pihaknya optimis sektor pertanian dan peternakan akan mensejahterkan warga Desa Waru Barat.

“Dengan pengembangan unit-unit usaha itu, kami target PADes di tahun 2021 minimal Rp60 juta. Jika sukses, kami yakin PADes Waru Barat akan meningkat hingga ratusan juta di tahun yang akan datang,” pungkasnya. (idy/pin/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *