oleh

Inovasi Kementan Buat Kalung Anticovid-19Dinilai Tidak Wajar

Kabarmadura.id/JAKARTA-Tokoh Nasional asal Madura, Achsanul Qosasi, menyoroti adanya kalung yang diklaim jadi penangkal Covid-19.Penangkal Covid-19 yang dilaunching Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) pada Mei lalu itu dinilai tidak wajar, karena bukan dikeluarkan oleh perusahaan pembuat vaksin seperti Biofarma.

Penangkal Covid-19 yang dikeluarkan Kementan itu,disebut berbahan eucalyptus yang sudah diuji dan dapat membunuh virus influenza, beta, dan gamma corona dengan tingkat keampuhan 80 hingga 100 persen.

Kalung yang diklaim mujarab ini, kembali menjadi perbincangan hangat.Bahkan membuat pria yang familiar disapa AQ ini terkejut, karena yang memproduksi justru Kementan RI. Atas hal itu, dia meminta para ilmuan untuk segera bereaksi untuk meneliti keampuhan kalung itu.

Menurutanggota Badan Pemeriksa Keungan (BPK) RI ini, jika kalung tersebut adalah vaksin atau antisera, seharusnya diproduksi Biofarma yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN)pembuat vaksin di Indonesia.

“Ini serius? Mohon para ilmuan hebat berikan pendapatnya. Kok Kementan? Kenapa bukan Biofarma, perusahaan vaksin milik negara terhebat se-Asia. Minimal tanya-lah ke Biofarma (sebelum diluncurkan),ini obat apa jimat,” kata AQ.

Hal itu juga membuatAnggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Slamet Ariyadi yang menjadi mitra kerja Kementan RI ikut angkat bicara. Disampaikannya, Kementan seharusnya benar-benar memastikan keampuhan kalung tersebut sebelum dirilis ke publik.

Sebab, dia tidak ingin launching dari kalung tersebut justru menjadi blunder yang fatal di masyarakat lantaran tidak ampuh menangkal Covid-19.

Di samping itu, wakil rakyat asal Sampang itu juga menyarankan agar tidak sebatas menguji melalui laboratorium Kementan RI, namun melibatkan laboratorium kesehatan agar bisa lebih memastikan keampuhannya.

“Sebelum dirilis harus jauh lebih matang dan betul-betul ada bukti, dari hasil laboratorium kementerian ataupun dari laboratorium kesehatan agar tidak menjadi kontroversi di masyarakat,” tandasnya. (idy/waw)

Komentar

News Feed