oleh

Insentif Nakes Masih Tersendat, Dana Mengendap di Kasda Rp6 M

Kabarmadura.id/Sumenep-Insentif untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) yang menangani Covid-19 bersumber dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia belum dicairkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep berdalih, pencairan menunggu perbaikan berkas.

Kepala Bidang Sumber daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Moh. Nur Insan mengatakan, total anggaran insentif tersebut berjumlah Rp6 miliar dan saat ini ngendap di kas daerah (kasda) karena belum dicairkan.

“Anggaran Rp6 miliar lebih itu untuk insentif nakes . Saat ini masih belum dicairkan,” katanya, Kamis (13/08/2020).

Menurutnya, anggaran itu cukup untuk memberikan insentif kepada nakes yang bertugas menangani Covid-19. Kalaupun masih kurang, akan dicairkan lewat APBD yang akan mengambil dari kegiatan yang dinilai tidak mendesak untuk dilakukan tahun ini.

Diketahui, Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, besaran insentif yang diterima oleh tiap nakes berbeda. Untuk dokter spesialis akan mendapatkan maksimal Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum Rp10 juta, dan perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya dijatah maksimal Rp5 juta per bulan.

Menurutnya, sekarang ini sudah mulai proses pendataan nakes khususnya yang menangani pasien Covid-19 baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep maupun lainnya.

“Kalau sudah lengkap maka akan segera cair masuk ke rekening masing-masing,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Anggaran

Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep Fardiansyah mengatakan, dana insentif khusus nakes tersebut berasal dari pemerintah pusat yang akan dicairkan pada nakes yang berhak mendapatkan insentif.

“Ya, saat ini sudah ada di kasda. Tetapi, semuanya merupakan tanggung jawab Dinkes Sumenep,” ujarnya.

Dia juga berharap, para nakes dapat segera melengkapi persyaratan yang ada. Sebab, ketika sudah lengkap maka cukup dicairkan.

“Dananya sudah ada kok, tapi untuk mencairkan harus melalui prosedur yang ada. Sebab, nanti akan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Sumenep dr. H. Moh. Anwar Sumenep Dr. Erliyati sudah mengusulkan perawat dan dokter yang berhak mendapatkan insentif.Namun, dari dinkes masih diverifikasi.

“Sebenarnya, kami sangat prihatin. Namun, mau bagaimana lagi hingga saat ini masih belum ada respon,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, mengenai pemberkasan yang sempat ada kekurangan sudah diperbaiki. Bahkan, sudah diajukan lagi.

“Semua data dan nama-nama sudah diajukan. Tapi, hasilnya bagaimana, sekarang masih menunggu hasil verifikasi,” paparnya.

Hal senada disampaikan Humas RSUD Dr. H. Mohammad Anwar Sumenep Arman Endika Putra. Ia mengatakan, pihaknya sudah mengajukan nakes yang telah merawat pasien Covid-19 sejak 1 bulan lebih. Tetapi, hingga saat ini masih belum ada pencairan. Menurutnya, nakes semua klasifikasi yang diajukan sebanyak 50 orang kepada Dinkes.

“Saat ini masih menunggu pencairan,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed