oleh

Insentif Tenaga Medis yang Menangani Covid-19 Belum Cair

Kabarmadura.id/Sumenep-Insentif untuk tenaga medis dokter perawat Pasien Covid-19 saat ini masih belum cair. Tetapi, mekanisme penghitungannya sudah jelas. Semua perawat atau dokter akan diberikan insentif sesuai aturan yang berlaku

Humas RSUD Dr. H. Mohammad Anwar Sumenep Arman Endika Putra mengutarakan, anggaran khusus tenaga medis, baik dokter maupun perawat masih belum terbayar. Ajuan anggaran pada kemenkes juga masih belum dilakukan. Tetapi, semuanya harus mengacu pada surat kemenkes Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Untuk mekanismenya saat ini sudah ada. Tentunya, ketika dicairkan akan dihitung dari awal merawat hingga akhir nantinya. Sementara itu, jenis tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dan santunan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya yang bekerja di tujuh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tersebut.

“Besaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit setinggi-tingginya antara lain, dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta,” ujarnya

Sementara untuk besaran santunan kematian Rp300 juta, diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan karena wabah  Covid-19 saat bertugas.

Tenaga medis yang mendapatkan santunan kematiaan adalah mereka yang terpapar Covid-19 karena menangani pasien Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang memberikan pelayanan Covid- 19.

Insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 diberikan terhitung mulai Maret 2020 sampai Mei 2020, dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber pendanaan insentif dan santunan kematian bagi tenaga medis yang menangani Covid-19, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) termasuk insentif dokter dan tenga perawat.

Mekanisme besaran insentif berdasarkan banyaknya bekerja dapat dihitung berdasarkan surat kemenkes. Dirinya mencotohkan, jika salah satu dokter bertugas selama 20 hari dan perawat bertugas selama 12 hari memberikan pelayanan penuganan pasien di rumah sakit, maka kepada yang bersangkutan akan mendapatkan insentif 20 hari dibagi 22 hari dikali jumlah insentif. Begitupun perawat, jika penugasan sebanyak 12 hari maka dibagi 22 hari dikalikan jumlah insentif.

“Intinya, penghitungan sudah ada. Tetapi, menunggu pencairan,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri menegaskan, di tengah wabah Covid-19 , tenaga medis merupakan ujung tombak. Jangan sampai konsentrasinya terpecah hanya karena belum mendapatkan haknya. Di rumah, keluarga mereka juga butuh uang untuk sehari-hari.

“Saya berharap pemerintah segera mencairkan, jika perlu semua kebutuhan tenaga medis difasilitasi,” paparnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed