oleh

Insentif Tersendat, Nakes di Sumenep Mulai Mengeluh

Kabarmadura.id– Tidak cepat terealisasinya insentif membuat tenaga kesehatan (nakes) di Sumenep mengeluh. Perjuangan mereka dalam merawat pasien Covid-19 kurang dihargai.

Seorang perawat pasien Covid-19 Sigit Setiawan mengatakan, saat ini dirinya menunggu kepastian pemberian insentif yang dijanjikan pemerintah. Menurutnya, sudah 6 bulan lebih merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep.

“Saya memang menunggu sejak lama. Sebab, pengajuannya sudah sejak April 2020 lalu,” katanya, Minggu (20/09/2020)

Untuk merawat pasien Covid-19 tidak mudah, banyak mengorbankan waktu hingga meninggalkan keluarga. Bahkan, siang dan malam bekerja.

“Itu kami lakukan demi kesembuhan pasien Covid-19,” ujarnya.

Dirinya berharap insentif. Sebab, sudah ada permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengenai insentif khusus nakes yang berjuang sejak adanya covid-19.

“Saya sudah sedikit bersabar. Sudah lama mengajukan,” paparnya.

Dirinya juga meminta agar prosesnya disederhanakan dan tidak bertele-tele. Sebab, berdasarkan informasi dari Direktur RSUD Sumenep sudah diajukan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep. Namun, masih menunggu.

“Saya menunggu info dari Direktur RSUD Sumenep,” tukasnya.

Diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, besaran insentif yang diterima oleh tiap nakes berbeda. Untuk dokter spesialis akan mendapatkan maksimal Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya dijatah maksimal Rp5 juta per bulan.

Direktur RSUD Sumenep dr. H. Moh. Anwar Sumenep Dr. Erliyati sudah mengusulkan perawat dan dokter. Namun, dari dinkes masih diverifikasi. “Sebenarnya, kami sangat prihatin. Namun, mau bagaimana lagi hingga saat ini masih belum ada respon,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, mengenai pemberkasan yang sempat ada kekurangan sudah diperbaiki. Bahkan, telah diajukan lagi.

“Semua data dan nama-nama sudah diajukan. Tapi, hasilnya bagaimana, sekarang masih menunggu hasil verifikasi,” paparnya.

Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono melalui Kepala Bidang Sumber daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Moh. Nur Insan mengatakan, pemberkasan nakes untuk pengajuan insentif telah diverifikasi, berkas sudah disetor pada Inspektorat.

“Kami sudah serahkan pada inspektorat. dan semuanya sudah dipasrahakan pada Inspektorat,” ungkapnya.

Menurutnya, Rp600 juta lebih akan dicairkan pada 91 nakes. Berkasnya sudah dipasrahkan pada Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep.

“Harus sabar menunggu. Sebab, butuh proses yang panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, sangat prihatin terhadap insentif nakes yang belum dicairkan. Sebab, pekerjaan mereka sangat mulia.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakoninya sangat tergolong beresiko tinggi. Sebab, menangani langsung pasien terkonfirmasi. Bahkan, selama bertugas, dia juga harus membatasi diri untuk tidak bertemu secara fisik kepada keluarganya.

“Ini pekerjaan mulia. Makanya kami sangat prihatin,” ujar dia.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mendesak Dinkes Sumenep untuk segera dicairkan. Dia berjanji jika dalam waktu dekat tetap masih belum ada pencairan, maka akan mengambil langkah. Salah satunya, akan memanggil dinas terkait tentang permasalahannya. Sehingga, dapat dirapatkan bersama dan muncul solusi agar cepat dicairkan.

“Dinkes Sumenep harus segera ambil langkah, kasihan nakes dari semenjak adanya pasien Covid-19 tidak merasakan apa-apa,” tandasnya. (imd/nam)

Komentar

News Feed