Inspektorat Bangkalan Periksa Tiga Pegawai Dishub

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) DIKLASIFIKASI: Tiga pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan yang menggunakan bus untuk kepentingan pribadi mulai diperiksa.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Dugaan penyalahgunaan aset daerah dan penelantaran penumpang di Trawas Mojokerto mulai didalami. Tiga pegawai di Dinas Perhubungan (Dishub) diduga terlibat dalam persoalan tersbeut. Bahkan saat ini, mereka dipanggil ke Kantor Inspektorat, untuk dimintai keterangan secara pasti atas kejadian tersebut, Senin (29/11/2021).

Sebab untuk menentukan sanksi, harus ada kejelasan dari pemeriksaan. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Sekretaris Daerah (Sekda). Tahapan tersebut menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. “Kami panggil dulu sopir busnya. Sebenarnya ada empat orang, tapi satu orang ini dari luar pemerintahan di Bangkalan,” ujar Kepala Inspektorat Bangkalan Joko Supriyono, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, dugaan terhadap tiga orang itu berdasarkan informasi yang dihimpun masih berstatus Tenaga Harian Lepas (THL). Sedangkan mengenai isu yang beredar, dua lainnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat ini masih melakukan tahapan penggalian informasi lebih lanjut mengenai status ketiganya.

Bacaan Lainnya

“Pemanggilan itu juga untuk dilakukan pemeriksaan mengenai kronologis video yang sempat beredar. Mungkin pegawai ini mencari tambahan rezeki dengan menjadi sopir di luar tugasnya yakni sopir pariwisata dan itu terjadi permasalahan di Trawas,” paparnya.

Dia mengaku, belum bisa memastikan apakah tiga perempuan yang diduga ditelantarkan itu merupakan pemandu lagu di Trawas atau tidak.  Sebab masih melakukan pendalaman secara detail. Bahkan, saat dikonfirmasi oleh pihak Kabar Madura, ketiga pegawai belum keluar dari ruang pemeriksaan di Inspektorat.

“Nanti kami pastikan dulu kebenarannya, kami hanya sudah mengumpulkan beberapa informasi.  Sepertinya mereka pegawai THL Dishub. Lalu masalah tersebut katanya sudah diselesaikan di Polsek setempat yakni Polsek Trawas, namun berita ini terlanjur bergulir dan kami ingin memastikan itu,” jelasnya.

Disinggung mengenai sanksi,  pihaknya masih akan melihat terlebih dahulu pelanggaran dari ketiganya. Apakah terdampak pada lembaga atau mungkin pidana hingga salah paham. “Kami lihat dulu nanti, kalau dilihat sepintas sepertinya ini hanya masalah person antara seorang laki-laki dan perempuan gitu,” tuturnya.

Selain itu, dari informasi tentang bus pelat merah yang disewa oleh organisasi Mahasiswa di Bangkalan ke Trawas dibenarkannya. Namun siapa ketiga perempuan yang diduga ditelantarkan ini dan motifnya meninggalkan penumpangnya belum ada kejelasan pasti. Sehingga pihaknya masih menunggu hasil penyelidikannya.

“Kami nanti akan cek lagi apakah ada yang berstatus ASN atau tidak. Apakah tiga perempuan ini pemandu atau tidak, yang jelas bus tersebut digunakan di luar tujuan sebelumnya mengantarkan Mahasiswa Bangkalan. Jadi setelah menurunkan para Mahasiswa, mereka ke luar untuk urusan pribadinya,” tegasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan