oleh

Inspektorat Pamekasan Sebut Penyaluran DD-ADD Rawan Pelanggaran

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  –  Besarnya gelontoran dana desa (DD) setiap tahunnya menjadi salah satu sektor yang rawan terjadinya pelanggaran ditingkat desa.Oleh sebab itu, Inspektorat Pamekasan memberikan atensi khusus untuk penyaluran DD dan alokasi dana desa (ADD) di Bumi Gerbang Salam.

Menurut Kepala Inspektorat Pamekasan Mohammad Alwi, penyaluran DD-ADD merupakan salah satu sektor yang rawan terjadi pelanggaran dalam realisasi anggarannya.

Terbukti ketika dilakukan audit di tahun 2020, banyak desa di Kabupaten Pamekasan yang melanggar dalam proses penyaluran DD-ADD.

“Ditahun kemarin, ketika kami lakukan audit, setidaknya ada 20 desa yang ditemukan melakukan pelanggaran,” terang Mohammad Alwi, Senin (22/3/2021).

Jika DD ini ditemukan pelanggaran, kata Alwi, nantinya dana tersebut akan dikembalikan ke kas desa. Berbeda dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), jika ditemukan pelanggaran, langsung dikembalikan ke kas daerah (kasda).

Pihaknya menambahkan, kesalahan administrasi yang dilakukan oleh instansi tertentu tidak dapat langsung dipidanakan apabila sudah merealisasikan programnya. Hanya saja, nanti instansi tersebut diwajibkan mengembalikan uang kerugian kepada kas negara.

“Sebenarnya potensi rawan itu tidak hanya pada DD, tetapi sektor lainnya juga rawan. Hanya saja, potensi kerawanannya berbeda,” tambahnya.

Alwi mengatakan, bukan hanya DD ADD saja yang diaudit.Namun, sektor lainnya juga diaudit. Agar semua instansi berhati-hati menggunakan anggaran.

“Bukan hanya realisasi DD atupun ADD saja yang kami audit, melainkan sektor kesehatan dan pendidikan dalam realisasi bantuan operasional sekolah (BOS),” pungkasnya. (km60/nam)

Komentar

News Feed