Inspektorat Sumenep: Jika ASN RS Abuya Diproses, Habis Semua

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Fathor Rahman) BAHAS ASN: Komisi I DPRD Sumenep saat mengundang Dinkes, Inspektorat, dan BKPSDM Sumenep membahas tentang ASN RS Abuya yang diduga bolos

KABARMADURA.ID | SUMENEPKomisi I DPRD Sumenep kembali dibuat geram oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Penyebabnya, OPD tersebut dinilai ingkar janji soal ASN sudah harus berada di tempat kerjanya, di RS Abuya Kangean.

Namun pada kenyataannya, masih ada ASN RS Abuya yang berkeliaran di daratan, termasuk anak pejabat aktif di Sumenep, dia ditengarai belum menunaikan tugasnya di kepulauan.

Padahal, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Hanafi, sesuai kesepakatan saat rapat bersama beberapa waktu lalu, per hari Senin (18/10/2021), semua ASN yang bertugas di RS Abuya sudah berada di tempat kerjanya.

“Jadi, Senin itu bukan hanya berangkat, tapi sudah tidak ada lagi yang berkeliaran di daratan,” tuturnya.

Terhadap adanya ASN RS Abuya yang masih berkeliaran di daratan, Hanafi mengaku sudah berkomunikasi dengan kepala Dinkes Sumenep. Pihaknya sudah memerintahkan semua ASN untuk kembali ke kepulauan, termasuk yang awalnya diberi tugas di daratan.

Bahkan, kata Hanafi, ada ASN yang beralasan sakit. Hal itu menurutnya hanya akal-akalan.  Pihaknya juga tidak percaya ASN bolos dengan alasan karena diberi tugas di daratan, karena alasan itu diduga kuat mengada-ada.

“Jadi, penanggung jawab RS Abuya nggak usah ngarang-ngarang. Dari dulu ngurus SPJ apalah, sekarang baru cari surat keterangan sakit. Termasuk misalnya surat tugas ngurus SPJ yang selalu diperpanjang dan itu dijadikan alasan tidak ke kepulauan,” paparnya.

Hanafi bahkan menegaskan, jika bolosnya ASN tetap dibiarkan, pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Pada pertemuan di Komisi I pada Jumat (15/10) lalu, pada saat dihadiri oleh Dinkes, Inspektorat dan BKPSDM Sumenep terungkap pernyataan di luar dugaan. Di mana, Inspektur Inspektorat Sumenep Titik Suryati mengungkapkan, jika diproses, ASN di RS Abuya yang bolos  akan berdampak luar biasa terhadap banyak hal.

“Karena kalau endingnya kita memproses dan sebagainya, habis semua,” katanya.

Bahkan, lanjut wanita dengan sapaan Yatik ini, pihaknya melaksanakan sidak ke RS Abuya dan ditemukan kelemahan-kelemahan. Bahkan setelah mempelajari surat tugas yang dikeluarkan untuk ASN, juga ada kelemahan.

Kemudian Yatik mengajak supaya hal itu disudahi dengan tidak memproses kasus tersebut, karena akan berakibat fatal. Namun Yatik enggan menyampaikan secara detail maksud fata

“Saya pelajari, banyak kelemahan di sana, terutama pemberian tugas dan sebagainya, kalau itu dibeberkan, tidak bisa sudah,” akunya. “Kalau ada kesulitan, silakan (Dinkes) konsultasi ke BKPSDM dan Inspektorat. Kami akan dukung sepenuhnya,” pungkas Yatik.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *