oleh

Inspektorat Sumenep Verifikasi Penerima Insentif Nakes

Kabarmadura.id/Sumenep-Ketimpangan antara Inspektorat dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep tentang insentif terhadap tenaga kesehatan (nakes) mulai menemukan titik terang. Saat ini, berkas nakes yang akan menerima insentif masih proses verifikasi.

Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono melalui Kepala Bidang Sumber daya Kesehatan, Moh. Nur Insan mengatakan, Inspektorat yang mengaku tidak menerima berkas itu benar. Sebab, pada saat memberikan berkas tanpa melayangkan surat. Sehingga, tidak mengetahui.

“Ya, benar apa yang dikatakan Kepala inspektorat bahwa tidak mengetahui mengenai berkas yang masuk. Sebab, pada waktu itu tidak melayangkan surat terlebih dahulu,” katanya, Kamis (24/09/2020)

Menurutnya, senilai Rp600 Juta lebih akan dicairkan pada 91 nakes. Saat ini, berkasnya sudah dipasrahkan pada Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep. “Semoga dapat dicairkan segera mungkin oleh BPPKAD,” ucap dia.

Dijelaskan, saat ini Inspektorat telah memerikas berkas tersebut. Jika selesai maka akan segera dipasrahkan pada BPPKAD untuk proses pencairannya. “Saat ini tinggal menunggu pemeriksaan dari Inspektorat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan untuk insentif nakes senilai Rp6 miliar. Tetapi, saat ini masih belum dipergunakan secara keseluruhan. menurutnya, jika tidak cukup realisasinya, maka akan dicarikan melalui APBD.  “Tapi saya kira hal tersebut sudah cukup kok,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Sumenep Titik Suryati mengakui adanya berkas nakes tersebut. “Ya, berkas sudah sampai di inspektorat. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” tukasnya.

Diketahui, Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, besaran insentif yang diterima oleh setiap nakes berbeda. Untuk dokter spesialis akan mendapatkan maksimal Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya dijatah maksimal Rp5 juta per bulan.

Sebelumnya, perawat pasien Covid-19 Sigit Setiawan mengatakan, saat ini menunggu kepastian pemberian insentif yang dijanjikan pemerintah. Menurunya sudah 6 bulan lebih merawat Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep. “Saya memang menunggu sejak lama. Sebab, pengajuannya sudah sejak April 2020 lalu,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk merawat pasien Covid-19 tidak mudah, banyak mengorbankan waktu hingga meninggalkan keluarga. Bahkan, siang dan malam bekerja. “Ini hanya untuk kesembuhan pasien Covid-19,” tandasnya.

Dirinya berharap Insentif, sebab sudah ada permintaan dari Kemenkes mengenai insentif khusus nakes yang sudah berjuang sejak adanya covid-19. “Saya sudah sedikit bersabar karena sudah lama mengajukan,” pungkasnya. (imd/ito)

 

 

 

Komentar

News Feed