Inspirasi Meraih Impian di Tengah Wabah   

  • Whatsapp
  

Oleh: Abdul Warits*

Masyarakat banyak mengeluh akibat wabah Covid-19 akhir-akhir  ini. Buku ini hadir sebagai inspirasi kepada masyarakat dengan berbagai  pengalaman yang diceritakan di dalamnya.  Tentu saja inspirasi kehidupan yang ada  di dalamnya menjadi modal penting dalam memberikan spirit pada kehidupan kita. Sebab tidak bisa dipungkiri, di tengah situasi genting ini, banyak masyarakat yang menentang, mengeluh dan bahkan tidak bisa menerima keadaan wabah ini sebagai suatu peristiwa yang harus disikapi secara bijaksana.

Bacaan Lainnya

Buku ini ditulis oleh beberapa orang dengan ragam profesinya seperti mahasiswa, wirausahawan, honorer, guru, penulis, dan beragam profesi lainnya tentang testimoni terhadap grup band BTS yang sangat  mengesankan dalam  menyampaikan pesan kemanusiaan. Bahkan, grup band ini menyampaikan pesan tersebut di sidang majelis PBB. Grup band BTS menyerukan perlindungan anak-anak dan remaja.

Musik yang dibawakan seakan menghipnotis sekaligus memberikan makna dalam kehidupan. Salah satunya bagaimana pentingnya mencintai diri sendiri, menemukan jati diri, dan menjadi lebih baik.

Terdapat pengakuan mengesankan dalam vuku ini dari Abidah Husna, mahasiswa asal Bantul, Yogyakarta. Abidah mengatakan; “Kecintaan  mereka terhadap musik, kerja keras mereka dalam meraih mimpi, serta karya mereka seolah menjadi pembuktian bahwa musik adalah jiwa mereka. Perasaan mereka mengalir dalam setiap lagu yang mereka ciptakan. Bagiku musik mereka adalah kekuatan untuk mereka dan juga diriku.” (hal 06).

Itulah inspirasi yang dapat dijadikan refleksi oleh kalangan mahasiswa dalam menghadapi problematika kuliah online yang sedang  berlangsung di tengah pandemi ini. Lagu-lagu yang  dibawakan oleh grup band  BTS ini menjadi bukti nyata dalam memberikan kekuatan saat kondisi  apapun.

Selain itu, testimoni lainnya berasal dari Helena, salah seorang karyawan swasta di Bogor Jawa Barat. Dirinya juga mendapatkan inspirasi dari beberapa lagu yang  dibawakan oleh grup Band BTS ini. Lagu favoritnya  berjudul  ”Whalien  52” yang  mengisahkan tentang seekor paus yang berfrekuensi 52 hertz. Ia  disebut sebagai paus paling kesepian. Sebab, memiliki frekuensi yang berbeda dari paus lainnya memang menyedihkan.

Sebagaimana diakui oleh Helena dalam buku ini; ”seperti kita yang terkadang merasa terasing, padahal berada di l antara  orang-orang yang sepertinya  sama dengan kita. Kadang jeritan masalah tak pernah mendapat jawaban dari  orang-orang di sekeliling.” (hal.52).

BTS dalam lagunya tersebut  mengungkapkan bahwa walaupun dalam keadaan  semenyedihkan itu, satu-satunya pilihan adalah  tetap bergerak maju dan yakin bahwa yang dapat  menolong diri kita adalah kita sendiri, dan mungkin  saja suatu saat ada orang lain yang berfrekuensi sama  yang akan menerima dan memahami kita.

Rezkia Fujinanda, salah satu tenaga pengajar suka rela di  Riau dalam buku ini memberikan pengakuan bahwa tidak hanya lagu-lagu yang dibawakan oleh BTS yang sangat menginspiratif, tetapi perjalanan dan proses kreatif yang dijalani oleh grup band  BTS ini, teutama tentang harapan, menjadi cambuk dalam menjalani semangat  hidup di dunia ini yang sedang tidak bergairah karena dilanda wabah.

“Menjadi bagian dari dunia  adalah takdir, tetapi bertahan dalam kefanaannya tidaklah mudah. Tidak peduli seberapa kerasnya hidup, aku berjuang seperti BTS yang memberiku pandangan  bahwa dalam hidup selalu ada harapan, yang dibutuhkan hanyalah terus bekerja keras.

Buku ini selain menghadirkan testimoni dari beberapa elemen masyarakat di dalamnya,  juga dilengkapi dengan beberapa lirik lagu serta terjemahan di halaman belakang. Ditambah lagi,  ia dilengkapi dengan   kata-kata mutiara yang bisa  dijadikan bahan renungan dalam menjalani hidup di  tengah wabah ini.

Sungguh menakjubkan beberapa foto personel BTS juga mewarnai buku ini. Itu membuat lebih hidup dalam membacanya dengan seksama bagaimana persaksian dan sandiwara  hidup yang harus tetap berlanjut selagi harapan-harapan masih tersisa di ujung badan.

*Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep, Madura.

 

Judul: BTS,  Love Your Self

Pengarang: ARMY Indonesia

ISBN: 978-602-385-931-3

Tahun terbit: Juni,  2019

Tebal halaman: 164 halaman

Penerbit: Noura Book

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *