Inspiratif, Sayadi Sukses Rintis Usaha Tanpa Modal Sepeserpun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MULAI DARI NOL: Mohammad Sayadi saat ditemui di salah satu kafenya.

KABARMADURA.ID,  BANGKALAN-Setiap orang berhak untuk berwirausaha. Tidak harus memiliki modal yang melimpah untuk memulai sebuah usaha. Seperti yang dilakukan oleh alumnus Ponpes Al-Hikam Mohammad Sayadi yang sudah merintis usahanya sejak di pondok.

Ketika itu, Sayadi memulai usahanya sejak awal kuliah di STKIP PGRI Bangkalan. Di mana kala itu juga dia masih aktif di Ponpes Al-Hikam, Tunjung, Diakuinya, Sayadi, merintis usahanya tanpa modal sepeserpun, alias berangkat dari nol.

“Karena pas di pesantren saya tidak pernah dikirim orang tua, dan di pesantren saya kerja sebagai tukang sapu di salah satu sekolah yakni di SMK Al-Hikam dengan gaji Rp200 ribu satu bulan,” katanya, Senin (5/7/2021).

Bekerja sebagai buruh di sekolah selama 2 tahun. Sayadi harus banting setir demi memenuhi kehidupannya sebagai santri. Setiap tiap malam ketika santri lelap tidur, dia mencari botol gelas air mineral untuk dijual.

Dari hasil itu, dia mulai menabung dan setelah lulus dari sekolah, ia kuliah dengan beasiswa dan mencari tambahan modal dengan pergi ke Jakarta. Dia ke sana untuk mencari pinjaman ke saudara.

“Baru saya merintis usaha jual es cendol duren, jual gorengan kaki lima di depan rumah sakit Junok dan di pesantren,” ujar lelaki yang aktif di organisasi PMII Bangkalan itu.

Mantan presiden mahasiswa (Presma) STKIP PGRI Bangkalan selalu semangat dan totalitas dalam mencapai impiannya.

Suyadi lebih berinovasi pada usahanya ini, yakni menjadikannya lokasi muda-mudi sebagai tempat nongkrong yang lebih kekinian. Dia menamainya dengan kafe SS, yang lokasinya di perempatan Seddeng Pakaan Dajah, Galis.

“Selain itu, ada usaha laundry yang berada di area Martajesah, alhamdulillah semuanya sudah berjalan lancar,” terangnya.

Dalam memulai usaha, kata dia, yang terpenting adalah keinginan yang kuat. Bukan keuangan yang kuat. Usahanya dirintis sejak menjadi pedagang kaki lima. Dia berpedoman bahwa lebih baik membuat pekerjaan daripada bekerja meski bukan kantoran.

“Semua ya harus lalui dari yang kecil biar tau bagaimana merasakan perihnya kehidupan biar kelak jika ditakdirkan menjadi orang sukses bisa paham terhadap bawahannya,” pesannya.

Suyadi kini telah mempunyai tiga orang karyawan. Menurutnya, letak kesuksesan seseorang bukan dia yang banyak uang. Tetapi orang yang sukses adalah dia orang yang pandai bersyukur.

“Semua usaha saya lakukan sendiri, selain itu sebagai pengusaha saya harus tahan banting dengan cercaan orang-orang, dan biarkan orang mau bilang apa,” jelasnya. (ina/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *