oleh

Integrasi Lahan Gagal, Diskan Jamin Produksi Tetap Sesuai Target

Kabarmadura.id/Sumenep-Gagalnya integrasi lahan garam tidak akan pernah berpengaruh terhadap produksi garam yang ada saat ini. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumenep, Arif Rusdi. Sebab, saat ini terus melakukan arahan untuk cara merawat garam yang berkualitas selain dengan jalan integrasi lahan garam.

“Setiap waktu kami sudah melakukan sosialisasi pada para petambak atau kelompok petambak garam,” katanya, Rabu (8/7/2020).

Dirinya mencontohkan, pada tahun 2019 lalu produksi garam rakyat mencapai 332.009,60 ton dari target produksi 236.000 ton. Stok garam ditahun 2019 sebanyak 102.820,35 ton. Hal tersebut dihasilkan dari garam rakyat Sumenep.

Sementara untuk tahun 2020 diperkirakan samadan saat ini sudah memasuki proses produksi.

“Diharapkan capaiannya sama, walaupun tidak ada lahan integrasi garam,” ujarnya.

Produksi garam di Indonesia, termasuk Sumenep masih mengandalkan cuaca. Jika cuaca tak mendukung, maka akan berpengaruh pada produksi garam.

“Tetapi, saat ini cuaca sudah membaik,” ujarnya.

Peningkatan produksi memerlukan beberapa upaya lain, seperti perbaikan saluran air ke setiap tambak dan juga masyarakat diarahkan harus mempunyai tandon air baku yang cukup. Termasuk, penataan lahan di kawasannya.

”Cara memacu produksi memang harus ada upaya memperbaiki sistem pengelolaan tambak, yang semula tradisional diperbaiki ke arah lebih baik,”ujarnya.

Penggunaan geomembran juga dapat mempercepat pembentukan garam atau kristalisasi. Sehingga dapat meningkatkan kualitas garam karena tak menyentuh langsung ke tanah.

“Itu yang disosialisakan pada masyarakat setiap saat,” tegasnya.

Diketahui, integrasi lahan garam di Kecamatan Talango dan Gapura tahun 2020 dipastikan gagal karena anggarannya dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Program tersebut direncanakan akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sumenep Subaidi mengatakan, walaupun program integrasi lahan garam gagal, pemkab harus senantiasa memberikan pemahaman terhadap masyarakat, misalnya dalam penggunaan geomembran.

“Semoga peningkatan produksi tetap berjalan,” paparnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed