Internal Komisi III Mulai Rekom Perbaikan Sejumlah Proyek

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RUSAK: Belum genap tiga bulan dimanfaatkan warga, proyek Jalan Lapen Desa Kamondung Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang harus segera diperbaiki.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Rusaknya sejumlah titik proyek di beberapa lokasi akan mewarnai rekomendasi dari para wakil rakyat.  Sebab, pekerjaan fisik harus diperbaiki sebelum masa pemeliharaan selesai. Hal tersebut diungkapkan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sampang, Abdussalam, Minggu (28/2/2021).

Menurutnya, internal komisi III sudah mengantongi sejumlah proyek yang wajib diperbaiki. Terutama, proyek selama masa pemeliharaan yang sudah mengalami kerusakan. “Beberapa catatan menjadi rekomendasi kami. Nama pekerjaan dan lokasinya sudah ada. Tapi saya belum bisa menyebutkan satu-persatu. Namun, yang jelas harus diperbaiki selama masih masa pemeliharaan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, beberapa rekomendasi yang dilakukan sudah merupakan hasil kajian di internal komisinya.  Pihaknya, akan segera membahas ulang mengenai berapa proyek yang akan masuk tambahan rekomendasi. Hal itu dilakukan, agar ada perbaikan dari kontraktor pelaksana. Sebab, selama masa pemeliharaan, perbaikan merupakan tanggung jawab kontraktor.

Sehingga, wajib bagi pelaksana untuk memperbaiki titik pekerjaan yang rusak. Sebab, sudah ada dana alokasi khusus untuk pemeliharaan. Dana itu, murni bisa dikelola kontraktor pada masa pemeliharaan berlangsung. “Itu sudah tercantum di kontrak kerjasama dengan dinas teknis. Sehingga, setiap kontraktor menggunakan dana itu jika terjadi kerusakan sesuai jangka waktu yang ditentukan,” terangnya.

Abdussalam menyebut, proyek Jalan Lapen di Desa Kamondung, Kecamatan Omben yang dikerjakan CV Alfin bisa masuk rekomendasi. Sehingga, harus dilakukan perbaikan. Apalagi, anggarannya mencapai Rp993. 900. 000. “Dalam perbaikan ini, tidak harus menunggu kontraktor. Tapi dinas teknis juga berperan aktif. Bisa saja, kontraktor tidak melakukan perbaikan. Sehingga, harus ada tekanan khusus dari dinas terkait,” tegasnya.

Selain itu, sesuai janji Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, kualitas proyek harus ditingkatkan. Jika ada kontraktor tidak memenuhi kewajibannya, harus di blacklist. Sehingga, tidak bisa berperan pada pembangunan berikutnya. “Makanya dinas harus mengawasi kinerja kontraktor,” imbuh Abdussalam.

Terpisah, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang, Hasan Mustofa, enggan memberikan komentar banyak. Hanya saja, menurutnya jika ada kerusakan tetap akan dilakukan perbaikan. “Jika memang diketahui ada yang rusak, maka kami akan perbaiki,” janjinya. (man/ito)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *