Intimidasi Pelapor, Oknum Penyidik Polres Sumenep Dilaporkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) WAJIB DITINDAK: Oknum penyidik Polres Sumenep dilaporkan soal intimidasi terhadap pelapor.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Oknum penyidik Polres Sumenep dinilai buta aturan. Sebab, beberapa hari yang lalu ada warga  melapor tentang persoalan konflik dengan mantan istrinya. Dimana pelapor dipersulit ketika ingin ketemu dengan anaknya. Namun hal itu terasa pahit ketika saat melapor diduga ada oknum penyidik melakukan intimidasi dan pengancaman pemukulan terhadap pelapor.

Tri Sutrisno Efendi selaku orang yang mengaku diintimidasi oknum penyidik Polres Sumenep, mengaku akan menuntut tuntas pada penyidik yang diduga melakukan intimidasi. Dirinya menuntut tegas atas sikap dan arogansi dari oknum penyidik tersebut.

“Penyidik tidak paham atas aturan tersebut, masak mau mukul terhadap orang yang melaporkan,” paparnya.

Diketahui, pada Sabtu (30/1/2020) Tri Sutrisno Efendi sebagai pelapor hendak melaporkan pada pihak kepolisian,  di dalam ruangan unit PPA Polres Sumenep. Laporan itu tentang kondisinya, dimana semenjak bercerai dengan istrinya tidak pernah ketemu dengan anaknya. “Saya hanya ingin melapor tentang hak asuh. Masak, saya diintimidasi, ini perbuatan yang tidak dilakukan pihak penyidik” tegasnya.

Tri menegaskan, agar Kapolres Sumenep menindak tegas anggotanya sesuai dengan aturan yang berlaku. Tindakan tegas perlu dilakukan agar nantinya menjadi efek jera. “Intinya, saya akan laporkan agar ada efek jera tindakan yang semena-mena itu,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kabag Ops Polres Sumenep AKP Achmad Robial mengatakan, jika ada ketidakpuasan terhadap pelayanan, pihaknya berjanji akan memproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, sebelum melangkah jauh akan mempertemukan pelapor dan terlapor. “Intinya, saat ini masih diproses dan yang dirugikan dipersilahkan melapor agar segera diproses,” ujar dia

Dia berjanji, jika ada kesalahan dari anggotanya. Maka, akan ditindak tegas sesuai undang-undang. dan jika tidak puas atas keputusan polres nantinya, pihaknya mempersilahkan untuk melapor ke Polisi Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). “Saat ini masih bertahap mas,” singkatnya.

Robi menegaskan, laporan akan segera diproses dan semua pihak yang berkaitan akan dipanggil dan dilakukan pemeriksaan. “Intinya, kita tidak bisa satu pihak, semua ada prosesnya,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *