oleh

Investigasi Dugaan Pencemaran ke Lokasi Pantai Lombang Batal

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kecaman dari berbagai kalangan baik aktivis, pegiat wisata ataupun legislatif, belum juga membuat masalah pencemaran Pantai Lombang ditangani. Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sempat didemo mahasiswa mengenai pencemaran limbah pada Pantai Lombang, hingga saat ini belum ada bukti penindakan.

Presiden Mahasiswa Uniba Madura, Ahmad Kurdi Irfani, menagih janji pemkab, karena dinilai tidak menepati janji saat mahasiswa berdemo.

“Pemkab tidak serius dan beralasan lagi, seakan masalah ini diperlambat penyelesaiannya,” katanya, Minggu (8/11/2020).

Dia menjelaskan, saat ini masih dirapatkan, dalam waktu dekat akan bertindak dengan mengundang massa yang lebih banyak lagi, agar pemkab bergegas menyelesaikan masalah limbah ini.

“Kami sangat kecewa, karena persoalan ini seolah dianggap bukan hal yang penting,” tegasnya.

Aksi demonstrasi sebelumnya dilakukan pada Jumat, 6 November 2020. Saat itu, Pemkab Sumenep yang diwakili Asisten Bupati Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sumenep, Herman Poernomo berjanji akan menginvestigasi ke lokasi bersama Satpol PP Sumenep.

Dalam investigasi itu, rencananya akan menghitung tambak udang yang tidak berizin dan yang berizin di sekitar pantai tersebut.

Saat dikonfirmasi, Herman Poernomo mengaku sudah membahas masalah itu bersama bupati Sumenep.

“Kami tidak langsung turun ke lapangan, karena pada hari Jumat waktunya mepet. Sehingga ditunda menunggu 15 hari lagi,” ujarnya.

Namun dia mengklaim sudah mengantongi data tambak berizin dan tidak berizin di Pantai Lombang Bahkan dan data seluruh tambak di Sumenep. Herman enggan mengungkap data itu dengan alasan masih akan membahasnya bersama OPD terkait serta Satpol PP.

“Itu juga butuh penelitian bukti dan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Purwo Edi Prasetia mengatakan, gagalnya investigasi ke Pantai Lombang pekan lalu, karena mempriorotaskan pembahasan bersama bupati.

“Daripada ke lapangan, lebih penting melakukan rapat dulu. Dengan demikian, nantinya penindakan akan lebih mudah. Kami akan tindak tegas mengenai pencemaran limbah di Pantai Lombang. Tentunya, masih dikaji dulu,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya baru berani bertindak seperti melakukan penutupan paksa, jika hasil uji laboratorium telah mendapatkan hasil. Namun hasil uji lab itu harus sesuai fakta mengenai adanya aturan yang dilanggar.

“Saat ini masih proses dan masalah ini terus dilakukan pembahasan serius dan penting,” pungkas  Purwo. (imd/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed