oleh

Investor Kompak Ungkap Kendala Investasi

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Bangkalan belum menawan bagi investor. Iklim investasi masih jadi keluhannya. Sementara, Kawasan Kaki Jembatan Surabaya Madura (KKSJM) yanag baru selesai dibangun, butuh investasi  sekitar Rp25 triliun dan nilai investasi Kawasan Khusus Madura (KSM) sebesar Rp28 trilliun.

Manajer PT Galangan Samudera Madura (GSM) Bangkalan Mustofa mengatakan, selama menjadi investor di Bangkalan, masih banyak mengalami kendala. Salah satunya yakni sertifikasi tanah yang belum jadi. Padahal pihaknya sudah mengurusnya sejak mulai menanam investasi di Bangkalan tahun lalu.

“Sampai saat ini, kami masih menunggu terbitnya izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat tanah,” ujarnya.

Selain itu, masih tumpang tindihnya regulasi untuk melaksanakan pembangunan galangan kapal di pesisir pantai Bangkalan, sepertitumpang tindih peraturan daerah (perda) Jawa Timur yang bertentangan dengan kementerian.

“Perda reklame masih tumpang tindih dengan kementerian, barangkali Pemkab Bangkalan bisa membuat regulasi terkait itu agar tidak tumpang tindih,” jelasnya.

Direktur PT Adiluhung Anita Puji Utami juga mengeluhkan hal serupa. Dia ingin, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menangani kurang memadainya sarana dan prasarana. Seperti kurangnya mobil pemadam kebakaran dan masih minimnya air dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang mengalir ke arah lokasi usahanya.

Tak hanya dua investor itu, investor lainnya seperti PT Gapura juga mengeluhkan kurang memadainya sarana jalan untuk melakukan aktivitas. Seperti kendaraan yang memuat barang untuk keluar masuk ke lokasi usaha harus memutar. Hal itu dinilai itu tidak efisien.

“Kami harap Pemkab Bangkalan juga bisa menyediakan mobil damkar yang memadai dan pembangunan PDAM di sekitar area pembangunan usaha kami,” terangnya.

Kendala yang dialami para investor itu diakui oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Ainul Ghufron. Dia menuturkan, sulitnya membangun investasi di Bangkalan karena iklim investasi masih terikat dengan kultur masyarakat Bangkalan.

Kondisi itu diklaim menyebabkan minat masih rendah baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Namun dia berjanji akan menjamin investor, baik keamanan maupun memudahkan izinnya.

“Kami akan undang owner-owner di Jakarta agar ada investor yang masuk, sebab forkopimda sudah mendukung penuh kegiatan investor,” ungkapnya.

Agar kondusivitas terjamin, Ainul meminta investor untuk pamit ke kepala desasebelum melakukan kegiatan.

“Yang terpenting kalau orang desa itu disowani, dirembuki, insyaallah ke depan itu akan berjalan aman,” terangnya.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berjanji akan mengusahakan agar sarana dan prasarana maupaun kendala lainnya segera diperbaiki. Seperti pengadaan mobil damkar dan koordinasi dengan instansi lainnya yang menjadi kendala investor berinvestasi di Bangkalan.

“Kami akam jamin keamanan dan kondusifitas investor yang mau menanamkan modal di Bangkalan maupun yang sudah berinvestasi,” janjinya.

Pihaknya juga akan segera mengevaluasi hal itu,baik kinerja Pemkab Bangkalan dan kendala yang dialami investor. Evaluasi akan dilakukan dari regulasi dan perizinananya yang akan dipermudah.

Sejauh ini, katanya, ada satu investor yang mulai masuk di daerah Ujung Piring, Kecamatan Socah. Dia meminta, kepada seluruh masyarakat Bangkalan agar mau bergerak bersama dan mendukung program investasi di Bangkalan.

“Baik informasi dan kendala mereka ke depan akan kami permudah lagi, terutama keamanan do tingkat desa akan kami tingkatkan lagi,” tandasnya. (ina/waw)

BIDIKAN INVESTASI SETELAH KKSJM

 

KAWASAN INDUSTRI

Luas: 320.00 Ha

Nilai Investasi: Rp17,50triliun

 

KAWASAN BISNIS (CBD)

Luas 62.00 Ha

Nilai Investasi: Rp2,15 triliun

 

KAWASAN PERMUKIMAN

Luas: 115.00 Ha

Nilai Investasi: Rp2,86 triliun

 

KAWASAN WISATA PESISIR

Luas: 20.00 Ha

Nilai Investasi: Rp663 miliar

 

FASILITAS UMUM

Luas: 42.00 Ha

Nilai Investasi: Rp1,50 triliun

 

REST AREA

Luas 40.00 Ha

Nilai Investasi Rp618 milliyar

 

TOTAL

Luas: 599.00 Ha

Nilai Investasi: Rp25,291triliun

 

BIDIKAN INVESTASI KKM

 

– Nilai Investasi Area Dermaga

 

TANJUNG BULU PANDAN PORT AREA

Luas 250.00 Ha

Nilai Investasi Rp17,20 triliun

 

KAWASAN INDUSTRI

Luas: 356.70 Ha

Nilai Investasi: Rp6, 62 triliun

 

KAWASAN BISNIS (CBD)

Luas: 134.81 Ha

Nilai Investasi: Rp2,30triliun

 

KAWASAN PERUMAHAN

Luas: 94.11 Ha

Nilai Investasi: Rp1,10triliun

 

TOTAL

Luas: 835,62 Ha

Nilai Investasi: Rp27,22triliun

 

-Nilai Investasi Area Non Dermaga

 

JALAN TOL MENUJU PELABUHAN TANJUNG BULU PANDAN

Luas: 15.30 Km

Nilai Investasi: Rp2,60triliun

Komentar

News Feed