IPM Perekonomian di Bangkalan Merosot

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MELAYANI: Salah satu karyawan BPS saat berada di Kantor BPS Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Indikator ekonomi pada indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2020 di Bangkalan mengalami penurunan. Ada 3 indikator penghitungan IPM, yaitu umur harapan hidup (UHH)/kesehatan, harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS)/pendidikan dan pengeluaran ekonomi. Dari ketiganya, satu di antaranya terjadi penurunan daripada tahun sebelumnya.

Salah satu aktivis Mahasiswa di Bangkalan Ainur Rofik menyampaikan, IPM yang menjadi acuan data perkembangan daerah sudah dikeluarkan oleh BPS Bangkalan. Bahkan dalam hasilnya perekonomian masyarakat menjadi sarang terdampaknya pengaruh adanya pandemi. ”Ini kan seharusnya menjadi fokus pemerintah dalam mempertahankan agar perekonomian masyarakat bisa tetap stabil,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sebab, berdasarkan data terbaru rilis soal IPM pada tahun 2020 indikator ekonomi, pengeluaran setiap masyarakat Bangkalan sebanyak Rp8.610.000 selama satu tahun. Hal itu mengalami penurunan dari pada tahun 2019 dengan angka Rp8.718.000 untuk setahun.

”Ini kan hanya sektor ekonomi saja yang turun, ini kan harusnya tidak terjadi agar IPM bisa naik,” tuturnya.

Sedangkan kesehatan dan pendidikan terjadi kenaikan, yaitu UHH pada tahun 2020 meningkat 70,18 dari pada 2019 dengan 70,11. Sementara HLS pada tahun 2020 juga mengalami kenaikan 11,60 dari pada tahun 2019 dengan hitungan 11,59.

”Semoga saja tahun depan peringkat IPM Bangkalan bisa naik, tapi tentu harus dengan kinerja yang serius juga,” paparnya.

Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Bangkalan, Yeni Arisanti membenarkan berkaitan dengan data tersebut. Bahwa kondisi perekonomian sedang melemah. Hal tersebut nyatanya tidak hanya terjadi di Bangkalan, melainkan hampir disemua daerah.

”Sebenarnya tidak hanya di sini, yang lainnya juga menurun, tapi memang bervariatif angkanya,” ulasnya

Pihaknya juga membeberkan bahwa penyebab menurunnya pada sisi indikator ekonomi, karena urusan keuangan yang masih belum stabil. Mengingat pandemi Covid-19 masih melanda.

”Dengan kebijakan mengurangi keluar rumah, maka masyarakat mulai berkurang yang berbelanja ke luar rumah,” katanya.

Namun hitungan akumulatif dari tiga indikator ekonomi, kesehatan dan pendidikan, mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya. Tercatat pada tahun 2020 sebanyak 64,11, sedangkan pada tahun 2019 terhitung 63,79.

”Secara peringkat se-Jawa Timur, Bangkalan masih menempati predikat ke 37 dari 38 kabupaten/kota,” terangnya.

Dalam penghitungan IPM di Kota Dzikir dan Shalawat ini, juga sudah memasukan pendidikan madrasah yang ada di lembaga pondok pesantren sebagai variabel. Seperti madrasah ibtidaiyah (MI) madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA).

”Sudah dua tahun kalau tidak salah. Kami memasukan sekolah madrasah ke IPM sejak tahun 2019.” Paparnya. (km59/mam)

IPM tahun 2020 di Bangkalan

-Ekonomi, mengalami penurunan yakni Rp8.610.000, pada tahun 2019 dengan angka Rp8.718.000.

-Kesehatan, mengalami peningkatan yakni 70,18, pada tahun  2019 dengan  angka 70,11.

-Pendidikan, mengalami peningkatan yakni 11,60 pada tahun 2019 dengan angka 11,59.

– Memasukkan MI, MTs, MA sebagai bagian indikator penghitungan dalam paya peningkatan IPM.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *