oleh

IPW Usulkan Liga 1 Digagalkan, RD Ingatkan Pilkada Lebih Rawan

KABARMADURA.ID – Tengah ramai perbincangan terkait permintaan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang mengimbau Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar tidak menurunkan izin pertandingan Kompetisi Liga 1 dengan alasan keselamatan.

Imbauan itu sontak mengundang reaksi dari pelaku sepak bola termasuk Komite Eksekutif Pelatih Indonesia Rahmad Darmawan. Dia membeberkan, kembali bergulirnya kompetisi domestik tertinggi Indonesia sudah melalui pertimbangan yang sangat matang.

Bahkan, Liga 1 sudah memiliki acuan protokol kesehatan (prokes) yang mengadopsi langsung dari Eropa yang kegiatan sepak bola sudah mulai berjalan kembali di tengah wabah Covid-19.

Lebih lanjut, Manajer Madura United itu membeberkan persiapan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut selama dua bulan ini sudah menerapkan prokes ketat. Itu diawali dengan tes swab terhadap semua official, jajaran pelatih, pemain, dan manajemen hingga prokes lainnya.

Di samping itu, pria yang familiar RD ini mengingatkan IPW agar tidak sebatas menyoroti kompetisi Liga 1 2020. Namun, pemilihan kepala (Pilkada) serentak yang akhir tahun ini digelar. Menurutnya, itu lebih berbahaya yang melibatkan banyak masa.

Berbeda dengan pertandingan sepak bola yang setiap laga hanya melibatkan maksimal 270 orang, meliputi perangkat kedua tim, penyelenggara, panitia pelaksana, keamanan, tim medis, dan jurnalis.

“Tapi, satu sisi patut diingat ada gawean besar juga tahun ini, dimana ada gawean besar. Kalau tidak salah ada pilkada serentak yang sangat rawan iya. Saya rasa masih diijinkan. Kalau dibandingakn dengan kompetisi, tidak terlalu banyak mengundang masa iya,” ungkapnya kepada Kabar Madura.

Pelatih yang pernah menangani Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini mengajak agar tidak menyerah sebelum mencoba. Itu berdasarkan terselenggaranya kompetisi bakal menjadi pembuktian Indonesia yang dapat menyelenggarakan kompetisi di tengah wabah Covid-19.

Sebab, Indonesia bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan even besar sepak bola dunia, yakni PIala Dunia U20 2021.

“Kita jadikan tantangan, jangan menyerah sebelum mencoba. Karena negara lain yang kasus Covid-19 yang jauh lebih besar dari Indonesia pun berani menggelar kompetisi tanpa penonton. Ini akan dihadapkan hajad besar Piala Dunia U20. Artinya, inilah masa persiapan yang sesungguhnya menjadi satu acuan untuk FIFA betul-betul percaya kepada Indonesia. Ternyata, kami mampu menggelar kompetisi di situasi genting,” lanjutnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed