oleh

IRM, Menggugah Pemuda untuk Tidak Sekedar Merantau

Kabarmadura.id/Sumenep-Moncek, dalam bahasa Madura bermakna puncak bukit. Namun, khusus di Sumenep,  Moncek adalah nama desa yang berada di Kecamatan Lenteng. Terdapat tiga desa yang menggunakan nama Moncek, yakni Moncek Barat, Moncek Tengah dan Moncek Timur.

Secara geografis, ketiga desa tersebut tergolong jauh dari akses pelayanan publik kecamatan dan saat ini, bahkan termasuk dalam 100 desa tertinggal di Sumenep.

Semangat generasi muda di Desa Moncek untuk ikut membangun desanya sempat terpadamkan dengan cara menjadi pekerja urban. Namun, itu terjadi beberapa tahun lalu. Saat ini, kesadaran untuk berpartisipasi dalam membangun desa tersebut mulai tumbuh dari kalangan pemuda. Mereka membentuk Ikatan Remaja Moncek (IRM).

“Pemuda yang saat ini dianggap remeh-temeh dan main guraun serta nongkrong di jalanan dan kerap dimarahi dan dicemooh, saat ini menjadi cambuk untuk menghidupkan kegiatan yang tidak ada sebelumnya,” kata pengurus IRM, Suryadi pada Minggu (12/7/2020).

Dia menjelaskan, kegiatan yang dimaksud adalah mengadakan pengajian umum yang mengundang masyarakat awam untuk untuk mengokohkan keagamaan sehingga musala dan masjid padat aktivitas. Guna menjalankan aktivitas tersebut, IRM secara mandiri menggalang sumbangan dan menggalang donasi.

Organisasi yang beranggotakan lebih dari 42 orang ini, juga ikut memelihara keindahan dan kebersihan masjid-masjid. Bahkan, setiap tahunnya, mereka telah mengagendakan mengecat masjid.

“Karena sumber dananya masih terbatas, kami masih ngecat dan sedikit bantu bikin taman di masjid di Moncek Timur,” ujarnya.

Secara basis, IRM pada awalnya berdiri dari di Desa Moncek timur dan sebagian besar anggotanya berasal dari pemuda asal Desa Moncek Timur. Dalam perkembangannya, komunitas ini uga mulai diikuti pemuda dari Moncek Tengah dan Moncek Barat.

“Kekompakan ini semoga terus berlanjuut dan bisa diikuti oleh generasi muda berikutnya di seluruh Moncek. Apalagi kegiatan kami murni kegiatan sosial dan keagamaan,” pungkas Suryadi.(imd/bri/waw)

 

Komentar

News Feed